Bakrie & Brothers adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan lingkup kepentingan bisnis yang berfokus pada sektor manufaktur dan infrastruktur.

Sejarah Visi dan Misi Proyek Berjalan Struktur Organisasi & Perusahaan Tata Kelola Perusahaan Kepemimpinan Entitas Kami

Kami memiliki visi berbisnis, yang mewujudkan pertumbuhan dengan melayani masyarakat dan negeri.

Cerita Organisasi Sosial

Jelajahi berita dan pengumuman terbaru kami yang mencakup inovasi, karyawan kami, keberlanjutan, pemasaran, dan lainnya.

Berita dan Pengumuman

Tinjau data kinerja perusahaan, pelajari tentang strategi bisnis kami, dan prospek masa depan.

Pesan dari CEO Ikhtisar Keuangan Presentasi Perusahaan Laporan Keuangan Laporan Tahunan Struktur Kepemilikan Saham

Ikuti berita terbaru dari Bakrie & Brothers.

GMS Paparan Publik & Aksi Korporasi Korespondensi Dokumen Pendukung

Untuk para pemikir kreatif dan percaya diri yang siap melampaui batasan.

Human Resource Career Opportunities & Inquiries
News Header
BERITA DAN MEDIA

Blog

Seberapa Dalam Kocek Yang Harus Dirogoh Pengusaha Perangi Corona?

24/08/2020
Seberapa Dalam Kocek Yang Harus Dirogoh Pengusaha Perangi Corona?

Sumber: Detik.com | 24 Aug 2020

Dalam menerapkan langkah baru untuk memerangi dampak virus Corona ke sektor ekonomi, pebisnis kini harus berinvestasi besar-besaran untuk mengubah cara bisnis mereka dan memenuhi keamanan dan protokol kesehatan.

Quoted from CNN, Monday (24/8/2020) Moody's Corporation, a company providing financial analysis services and government agency analysis, said improving health protocols and changing business operations would reduce company investment money and burden debt arrears.

This change is expected to lower the company's profit margin when the costs incurred are higher. The effect is that the growth outlook is weakening and the speed of debt repayments is also slower. Of course it will burden the creditworthiness of the company, as well as burden the profits and balance sheet

Kantor perusahaan misalnya, perusahaan harus meningkatkan keamanan fasilitas kantor agar aman dari virus. Hal itu mengharuskan perusahaan merogoh kocek tidak sedikit.

Untuk pengecer, pandemi telah mempercepat pergeseran penjualan offline ke e-commerce. Ini berarti perusahaan harus memperbarui pendekatan penjualan, rantai pasokan, dan strategi operasi. Tentu investasi itu tidak sedikit.

Namun, semakin banyak orang yang berbelanja online akan merugikan sektor real estate dan menurunkan nilai properti komersial. Toko fisik akan terus tutup berbagai pengecer offline akan bangkrut tahun ini. Perubahan jalannya sektor bisnis ini akan berpengaruh kepada kebijakan pemerintah, perilaku pelanggan, dan karyawan.

Tags

Berita Terkait

TENTANG KAMI

About Us

Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.

SELENGKAPNYA