Blog
Industri Komponen Otomotif Tumbuh, GIAMM Soroti Dampak Tren Elektrifikasi
Sumber : Bisnis.com | 03 November 2026
Industri komponen otomotif nasional mencatatkan peningkatan permintaan seiring dengan membaiknya aktivitas manufaktur dan perkembangan kendaraan listrik. Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) menilai pertumbuhan pasar kendaraan domestik turut memberikan dorongan terhadap kinerja sektor komponen.
Berdasarkan laporan S&P Global, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia meningkat menjadi 54,0 pada Oktober 2026, dari posisi 52,4 pada September. Kenaikan tersebut menunjukkan aktivitas manufaktur berada dalam fase ekspansi, didukung oleh permintaan dari pasar domestik maupun ekspor.
Sekretaris Jenderal GIAMM Rachmat Basuki mengatakan industri kendaraan bermotor secara umum menunjukkan peningkatan, terutama dari sisi penjualan di pasar dalam negeri.
Dia memaparkan penjualan kendaraan roda empat pada September 2026 tumbuh sekitar 15% secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, penjualan kendaraan roda dua mengalami kenaikan sekitar 5% YoY.
"Kenaikan pesanan kendaraan tersebut turut berdampak terhadap peningkatan pesanan di industri komponen otomotif. Lebih dari 90% anggota GIAMM memasok komponen untuk industri otomotif, baik kendaraan roda empat maupun roda dua," ujar Basuki kepada Bisnis, Selasa (3/11/2026).
Peningkatan permintaan terjadi pada hampir seluruh jenis komponen otomotif. Selain didorong pertumbuhan pasar kendaraan konvensional, perkembangan kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) turut membuka permintaan baru bagi industri komponen.
"Hampir seluruh komponen otomotif mengalami peningkatan permintaan. Terlebih, kendaraan listrik berbasis baterai [BEV] mulai diproduksi di dalam negeri pada 2026 dan telah melokalkan sejumlah komponen umum," jelasnya.
Dari sisi penyerapan pasar, sekitar 70% produksi industri komponen otomotif masih dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Meski demikian, sejumlah perusahaan yang memiliki kapasitas dan kemampuan produksi memadai dapat mengarahkan hingga 60% hasil produksinya ke pasar ekspor.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekspor industri komponen otomotif tercatat berada di kisaran 7%. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa pasar luar negeri turut menjadi salah satu sumber permintaan bagi produsen komponen nasional.
Basuki menuturkan, peningkatan pesanan berpotensi mendorong utilisasi kapasitas produksi industri komponen. Namun, pelaku usaha belum memprioritaskan penambahan investasi baru karena kapasitas produksi yang tersedia dinilai masih dapat dioptimalkan.
"Peningkatan pesanan tentunya akan berdampak terhadap kenaikan utilisasi kapasitas produksi, meskipun tidak terlalu besar. Sementara itu, investasi baru tampaknya belum menjadi prioritas karena rata-rata utilisasi kapasitas industri komponen otomotif masih berada di kisaran 70% dari kapasitas terpasang," jelasnya.
Sementara itu, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan distribusi mobil listrik berbasis baterai dari pabrikan ke dealer (wholesales) mencapai 117.218 unit sepanjang Januari–September 2026. Jumlah tersebut telah melampaui total wholesales BEV sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 103.931 unit.
Berita Terkait
Pusat Data AI Butuh Banyak Air, Pakar Dorong Penggunaan Air Daur Ulang
03 November 2026
Bos SKK Migas Ungkap Strategi Pemerintah Hadapi Lonjakan Harga Minyak
02 November 2026
Kemenperin Singgung Penguatan Industri Komponen EV di Indonesia
30 Oktober 2026
Roadmap Kendaraan Listrik sampai 2060, ICE Bakal Tersingkir
29 Oktober 2026TENTANG KAMI
Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.
SELENGKAPNYA