Blog
Permintaan Bahan Bakar Fosil Diprediksi Melambat pada 2026, Energi Surya dan Angin Naik
Sumber : Kompas.com | 20 Januari 2025
Peningkatan permintaan global untuk bahan bakar fosil diperkirakan akan melambat tahun 2026, berdasarkan laporan S&P Global. Sebab, permintaan bahan bakar fosil tumbuh kurang dari satu persen tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, pembangkit listrik tenaga surya dan angin diperkirakan akan melonjak lebih dari 17 persen selama periode yang sama.
Laporan tersebut mencerminkan kesenjangan yang semakin lebar antara laju pertumbuhan energi tradisional dan energi terbarukan.
Hal ini disebabkan pemerintah dan perusahaan menghadapi tekanan terkait keamanan energi, geopolitik, dan kebijakan iklim, dilansir dari Edie, Senin (20/1/2026).
Laporan S&P Global memprediksi permintaan bahan bakar fosil dunia melambat pada 2026, sedangkan energi surya dan angin tumbuh.
Laporan tersebut juga mencatat penggunaan bahan bakar fosil pulih setelah penurunan ekonomi akibat Covid-19, serta akan tetap menjadi bagian besar dari bauran energi global selama beberapa dekade.
Namun, pada saat yang sama, pertumbuhan permintaan melambat seiring dengan peningkatan efisiensi energi dan makin banyaknya alternatif energi terbarukan.
Adapun negara-negara pengimpor energi masih bergantung pada sistem perdagangan dan pembiayaan bahan bakar fosil yang sudah mapan.
Namun, ketergantungan tersebut membawa risiko, terutama karena kebijakan perdagangan menjadi kurang dapat diprediksi.
S&P Global menyoroti pula bahwa tarif dan pergeseran prioritas, terutama yang melibatkan Amerika Serikat, menambah ketidakpastian pada hubungan energi jangka panjang.
In S&P Global Energy's baseline scenario, renewable energy expands rapidly as countries seek to reduce exposure to volatile fuel markets.
Namun, laporan tersebut memperingatkan bahwa ekspansi energi bersih membawa ketergantungan dan risiko geopolitik tersendiri. Sebagian besar rantai pasokan global untuk panel surya, peralatan angin, dan mineral penting tetap terkonsentrasi di China.
Berita Terkait
Tak Hanya Pembangkit, Transisi Energi juga Butuh Jaringan dan Penyimpanan Daya
October 28, 2026
RUU Migas Bergulir, SKK Migas Dorong Pembenahan Tata Kelola
October 21, 2026
Adopsi Truk Listrik, RI Disarankan Pakai Teknologi Tukar Baterai
October 14, 2026
Jalan Terjal RI Kejar Bauran EBT Demi Visi Ekonomi Hijau
October 01, 2026TENTANG KAMI
Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.
SELENGKAPNYA