Bakrie & Brothers adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan lingkup kepentingan bisnis yang berfokus pada sektor manufaktur dan infrastruktur.

Sejarah Visi dan Misi Proyek Berjalan Struktur Organisasi & Perusahaan Tata Kelola Perusahaan Kepemimpinan Entitas Kami

Kami memiliki visi berbisnis, yang mewujudkan pertumbuhan dengan melayani masyarakat dan negeri.

Cerita Organisasi Sosial

Jelajahi berita dan pengumuman terbaru kami yang mencakup inovasi, karyawan kami, keberlanjutan, pemasaran, dan lainnya.

Berita dan Pengumuman

Tinjau data kinerja perusahaan, pelajari tentang strategi bisnis kami, dan prospek masa depan.

Pesan dari CEO Ikhtisar Keuangan Presentasi Perusahaan Laporan Keuangan Laporan Tahunan Struktur Kepemilikan Saham

Ikuti berita terbaru dari Bakrie & Brothers.

GMS Paparan Publik & Aksi Korporasi Korespondensi Dokumen Pendukung

Untuk para pemikir kreatif dan percaya diri yang siap melampaui batasan.

Human Resource Career Opportunities & Inquiries
News Header
BERITA DAN MEDIA

Blog

Permintaan Bahan Bakar Fosil Diprediksi Melambat pada 2026, Energi Surya dan Angin Naik

21/01/2026
Permintaan Bahan Bakar Fosil Diprediksi Melambat pada 2026, Energi Surya dan Angin Naik

Sumber : Kompas.com | 20 Januari 2025

Peningkatan permintaan global untuk bahan bakar fosil diperkirakan akan melambat tahun 2026, berdasarkan laporan S&P Global. Sebab, permintaan bahan bakar fosil tumbuh kurang dari satu persen tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pembangkit listrik tenaga surya dan angin diperkirakan akan melonjak lebih dari 17 persen selama periode yang sama.

Laporan tersebut mencerminkan kesenjangan yang semakin lebar antara laju pertumbuhan energi tradisional dan energi terbarukan.

Hal ini disebabkan pemerintah dan perusahaan menghadapi tekanan terkait keamanan energi, geopolitik, dan kebijakan iklim, dilansir dari Edie, Senin (20/1/2026).

Laporan S&P Global memprediksi permintaan bahan bakar fosil dunia melambat pada 2026, sedangkan energi surya dan angin tumbuh.

Laporan tersebut juga mencatat penggunaan bahan bakar fosil pulih setelah penurunan ekonomi akibat Covid-19, serta akan tetap menjadi bagian besar dari bauran energi global selama beberapa dekade.

Namun, pada saat yang sama, pertumbuhan permintaan melambat seiring dengan peningkatan efisiensi energi dan makin banyaknya alternatif energi terbarukan.

Adapun negara-negara pengimpor energi masih bergantung pada sistem perdagangan dan pembiayaan bahan bakar fosil yang sudah mapan.

Namun, ketergantungan tersebut membawa risiko, terutama karena kebijakan perdagangan menjadi kurang dapat diprediksi.

S&P Global menyoroti pula bahwa tarif dan pergeseran prioritas, terutama yang melibatkan Amerika Serikat, menambah ketidakpastian pada hubungan energi jangka panjang.

In S&P Global Energy's baseline scenario, renewable energy expands rapidly as countries seek to reduce exposure to volatile fuel markets.

Namun, laporan tersebut memperingatkan bahwa ekspansi energi bersih membawa ketergantungan dan risiko geopolitik tersendiri. Sebagian besar rantai pasokan global untuk panel surya, peralatan angin, dan mineral penting tetap terkonsentrasi di China.

Berita Terkait

TENTANG KAMI

About Us

Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.

SELENGKAPNYA