Blog
Data Center Masa Depan Bakal Makin Mungil
Sumber : Detik.com | 19 Januari 2025
Kebutuhan komputasi global terus melonjak seiring pesatnya adopsi layanan digital dan kecerdasan buatan (AI). Namun, di tengah pembangunan data center berskala raksasa yang mengonsumsi daya besar, mulai muncul perdebatan soal ukuran dan bentuk infrastruktur komputasi masa depan.
Selama satu dekade terakhir, data center identik dengan fasilitas besar menyerupai gudang yang memakan energi dalam jumlah masif. CEO Nvidia Jensen Huang bahkan menyebutnya sebagai pabrik AI, menegaskan perannya sebagai tulang punggung ekonomi berbasis machine learning, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (19/1/2026).
Kini, sebagian pelaku industri mulai mempertanyakan apakah data center memang harus selalu berukuran besar. Munculnya micro data center dan edge data center menghadirkan pendekatan baru, dengan perangkat komputasi berukuran kecil yang bisa ditempatkan dekat pengguna, bahkan di ruang publik atau hunian.
In Devon, England, a company called Deep Green is attracting attention after utilizing waste heat from a data center the size of a washing machine to heat a public swimming pool. Deep Green's founder, Mark Bjornsgaard, calls this approach the direction of the future. He believes public buildings have the potential to become locations for interconnected mini data centers that share workloads while utilizing waste heat.
Eksperimen serupa juga mulai masuk ke ruang privat. Pada akhir 2025, sepasang warga Inggris mengungkap bahwa server kecil di gudang kebun rumah mereka digunakan untuk memanaskan rumah. Tak lama berselang, seorang profesor universitas menceritakan GPU AI di bawah meja kerjanya kini berfungsi ganda sebagai pemanas ruangan.
Meski perusahaan hyperscaler seperti Amazon, Google, dan Microsoft terus menggelontorkan miliaran dolar untuk membangun data center raksasa, analis telekomunikasi Benedict Evans menilai ada peluang besar bagi edge data center berukuran kecil yang ditempatkan dekat pusat populasi. Kedekatan fisik ini dinilai dapat menekan latensi dan meningkatkan respons aplikasi berat komputasi.
Pandangan serupa disampaikan Amanda Brock, pimpinan kelompok advokasi OpenUK. Ia menilai dominasi data center besar berpotensi memudar seiring waktu. Menurutnya, ruang kota yang terbengkalai seperti bangunan kosong dan toko tutup dapat diubah menjadi pusat data kecil yang saling terkoneksi.
Dalam jangka panjang, Brock juga memprediksi pemrosesan data akan semakin bergeser ke perangkat lokal, mulai dari ponsel, set-top box, hingga router rumah. Perubahan ini sejalan dengan tren AI yang mulai meninggalkan model raksasa menuju model yang lebih kecil dan spesifik.
Hugging Face's AI and climate lead, Dr. Sasha Luccioni, believes that custom-designed AI models run locally tend to be more efficient and require less computing power. He believes that the continued use of large data centers is becoming increasingly difficult to sustain from an environmental perspective.
Dari aspek keamanan, profesor keamanan siber University of Surrey, Alan Woodward, menilai sistem terdistribusi memiliki risiko yang lebih kecil. Data center kecil dinilai tidak menjadi titik kegagalan tunggal, berbeda dengan fasilitas raksasa yang bisa berdampak luas ketika mengalami gangguan.
Bahkan, konsep data center masa depan tak lagi terbatas di Bumi. CEO Ramon Space, Avi Shabtai, menyebut luar angkasa sebagai peluang baru untuk membangun data center kecil dan modular di orbit. Perusahaannya kini tengah mengembangkan teknologi untuk menguji konsep tersebut. Tren ini menunjukkan bahwa di tengah kebutuhan komputasi yang terus meningkat, industri mulai mencari pendekatan yang lebih fleksibel, efisien, dan berkelanjutan, dengan ukuran data center yang tak selalu harus semakin besar.
Berita Terkait
Tak Hanya Pembangkit, Transisi Energi juga Butuh Jaringan dan Penyimpanan Daya
October 28, 2026
RUU Migas Bergulir, SKK Migas Dorong Pembenahan Tata Kelola
October 21, 2026
Adopsi Truk Listrik, RI Disarankan Pakai Teknologi Tukar Baterai
October 14, 2026
Jalan Terjal RI Kejar Bauran EBT Demi Visi Ekonomi Hijau
October 01, 2026TENTANG KAMI
Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.
SELENGKAPNYA