Bakrie & Brothers adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan lingkup kepentingan bisnis yang berfokus pada sektor manufaktur dan infrastruktur.

Sejarah Visi dan Misi Proyek Berjalan Struktur Organisasi & Perusahaan Tata Kelola Perusahaan Kepemimpinan Entitas Kami

Kami memiliki visi berbisnis, yang mewujudkan pertumbuhan dengan melayani masyarakat dan negeri.

Cerita Organisasi Sosial

Jelajahi berita dan pengumuman terbaru kami yang mencakup inovasi, karyawan kami, keberlanjutan, pemasaran, dan lainnya.

Berita dan Pengumuman

Tinjau data kinerja perusahaan, pelajari tentang strategi bisnis kami, dan prospek masa depan.

Pesan dari CEO Ikhtisar Keuangan Presentasi Perusahaan Laporan Keuangan Laporan Tahunan Struktur Kepemilikan Saham

Ikuti berita terbaru dari Bakrie & Brothers.

GMS Paparan Publik & Aksi Korporasi Korespondensi Dokumen Pendukung

Untuk para pemikir kreatif dan percaya diri yang siap melampaui batasan.

Human Resource Career Opportunities & Inquiries
News Header
BERITA DAN MEDIA

Blog

VKTR Siapkan Bus Listrik Ukuran Medium untuk Layani Publik Bandung Raya

23/08/2022
VKTR Siapkan Bus Listrik Ukuran Medium untuk Layani Publik Bandung Raya

PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR), a subsidiary of PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) which is engaged in manufacturing electrification of transportation and telematics ecosystems, plans to provide medium size BYD electric buses of type "C6" to be used as public transportation vehicles in the bus transportation system. rapid transit (BRT) in the Greater Bandung area. This type was chosen mainly to match the bus size with the average road width conditions in the area.

"Alhamdulillah, VKTR is also at the forefront to support and be part of the West Java Provincial Government's big step in the BRT development project, especially for the electrification of public transportation in Greater Bandung," said PT VKTR Mobility Technology President Director, Gilarsi W. Setijono, at the event. kick-off of cooperation between VKTR and PT Jasa Sarana, in Bandung, Tuesday (23/8/2022).

Menurut Gilarsi, bus BYD tipe C6 ini sesuai dengan kondisi jalan di sebagian besar wilayah Bandung Raya karena memiliki dimensi berukuran panjang 7,403 mm, lebar 2,100 mm, dan tinggi 2,926 mm. Dengan dimensi tersebut, bus ini memiliki konfigurasi 26 fixed seat terdiri dari 25 kursi penumpang dan 1 kursi sopir.

In terms of performance, this medium electric bus is equipped with an AC Synchronous type electric motor that is capable of producing 180 kW of power and a maximum torque of 1,500 Nm. This machine is powered by an iron-phosphate type battery with a capacity of 135 kWh. "To fully charge the battery, it takes approximately 4 hours, provided the battery is filled with charging power which has an output of 40 kW," said Gilarsi.

Lebih lanjut, Gilarsi mengatakan bahwa bus berbobot kurang lebih 9,5 ton ini mampu mengangkut beban sebesar 6,8 ton. Dengan kecepatan maksimum 100 km/jam, bus ini sesuai dengan medan jalan di Bandung Raya yang penuh kelok dan berbukit.

Penguatan Kerja Sama

Gilarsi menambahkan, acara kick-off di Bandung ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama antara VKTR dan PT Jasa Sarana dalam melaksanakan program elektrifikasi bus dan kendaraan lainnya sebagai sarana transportasi publik. Bus listrik ini rencananya akan beroperasi di wilayah Bandung Raya, yang mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan sebagian Kabupaten Sumedang.

"This collaboration will include conducting a feasibility study, data collection, procurement of electric bus facilities, and electrical infrastructure related to bus electrification, and other potentials that can be synergized and collaborated," said Gilarsi.

Menurut Gilarsi, populasi lalu lintas di Bandung Raya telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan sehingga mengakibatkan masalah, antara lain kemacetan dan emisi karbon yang tinggi. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui PT Jasa Sarana, berinisiatif untuk mengembangkan BRT di Bandung Raya. Rencananya, menurut Gilarsi, BRT ini akan dioperasikan melalui 12 rute dengan jumlah armada bus sebanyak lebih dari 260 unit. Sebagaian besar di antaranya adalah bus listrik ukuran sedang (medium).

Gilarsi also mentioned about the potential for electrification of transportation that can be worked on in Greater Bandung. Based on data, currently the most common mode of transportation in Greater Bandung is angkot (city transportation), which accounts for 95 percent of all public transportation modes. "This is a great opportunity for both parties to work together to 'repower' or convert these petrol-engined angkots into electric angkots. That way, the old fleet is not wasted and the goal of reducing carbon emissions is also achieved," he explained.

President Director of PT Jasa Sarana, Indrawan Sumantri, said last year since being appointed by the Governor of West Java to carry out this BRT project, his party has continuously conducted studies and opportunities for collaboration with many parties. Comparative studies and exploration of cooperation have been carried out, both domestically and abroad, to realize this Greater Bandung BRT. “Electrification of BRT transportation in the Greater Bandung area is expected to significantly reduce carbon emissions, and create a special attraction for the community, to then switch from private vehicle transportation to public transportation modes. And of course, this collaboration is a collaboration opportunity full of positive potential, in order to support the achievement of the goals of the Central Government, Regional Government and Regency/City, so that the ideals of environmental conservation can be optimally maintained," said Indrawan.

Tags

Berita Terkait

TENTANG KAMI

About Us

Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.

SELENGKAPNYA