Bakrie & Brothers adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan lingkup kepentingan bisnis yang berfokus pada sektor manufaktur dan infrastruktur.

Sejarah Visi dan Misi Proyek Berjalan Struktur Organisasi & Perusahaan Tata Kelola Perusahaan Kepemimpinan Entitas Kami

Kami memiliki visi berbisnis, yang mewujudkan pertumbuhan dengan melayani masyarakat dan negeri.

Cerita Organisasi Sosial

Jelajahi berita dan pengumuman terbaru kami yang mencakup inovasi, karyawan kami, keberlanjutan, pemasaran, dan lainnya.

Berita dan Pengumuman

Tinjau data kinerja perusahaan, pelajari tentang strategi bisnis kami, dan prospek masa depan.

Pesan dari CEO Ikhtisar Keuangan Presentasi Perusahaan Laporan Keuangan Laporan Tahunan Struktur Kepemilikan Saham

Ikuti berita terbaru dari Bakrie & Brothers.

GMS Paparan Publik & Aksi Korporasi Korespondensi Dokumen Pendukung

Untuk para pemikir kreatif dan percaya diri yang siap melampaui batasan.

Human Resource Career Opportunities & Inquiries
News Header
BERITA DAN MEDIA

Blog

VKTR Fokus Pada Peningkatan Margin dan Penjualan EV

22/04/2024
VKTR Fokus Pada Peningkatan Margin dan Penjualan EV

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) hari ini mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode 1Q24. Pada kuartal tersebut, VKTR fokus pada peningkatan margin yang didorong utamanya oleh pengendalian biaya yang baik di segmen bisnis manufaktur suku cadang dan penjualan di segmen bisnis EV setelah sebelumnya nihil di 1Q23.

The company's consolidated financial report recorded net income of IDR205 billion during 1Q24, down from IDR292 billion in 1Q23. The decline in revenue was mainly caused by a decline in sales from the spare parts manufacturing business in line with the decline in national vehicle sales in the quarter. On the other hand, VKTR recorded sales in the EV sales segment in 1Q24, in contrast to the 1Q23 period which was still nil. From the balance sheet side, there are not many changes. Total assets increased by 0.5% to IDR1,677 billion from IDR1,668 billion. Meanwhile, total liabilities decreased by 3% to IDR505 billion in 1Q24 from IDR520 billion in FY23.

The Company's consolidated gross profit margin in 1Q24 increased to 26.1% from 19.1% in 1Q23. Meanwhile, the company's EBITDA margin increased to 15.7% in 1Q24 from 11.9% in 1Q23. The increase in margin was mainly due to cost control in the auto parts manufacturing business led by a decrease in COGS (Cost of Goods Sold).

Dari segmen penjualan EV, di sepanjang 1Q24, Perusahaan semakin menguatkan ekspansi portofolio klien B2B (Business to Business) yang memiliki visi ke arah keberlanjutan yang semula hanya B2G (Business to Government). Hal ini tercermin dari kelanjutan penjualan bus listrik kepada perusahaan swasta sepanjang kuartal tahun ini. Beberapa kerja sama telah dijajaki oleh Perusahaan pada 1Q24 untuk mendorong adopsi dan penjualan EV di Indonesia, seperti pembangunan JV (Joint Venture) dengan salah satu perusahaan distributor kendaraan terkemuka di Indonesia untuk memaksimalkan kanal penjualan; serta menandatangani kerjasama strategis dengan salah satu BUMN terbesar di Indonesia untuk solusi green financing melalui skema e-MaaS (electric-Mobility as a Service).

Beberapa hal menjadi faktor penurunan penjualan kami sejalan dengan penurunan di industri automotif nasional, seperti Pemilihan umum Presiden yang terjadi pada 1Q24 yang menyebabkan banyak pihak melakukan wait and see approach. Selain itu, ketidakpastian kondisi makro global di tengah memanasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada pelemahan rupiah menyebabkan melemahnya daya beli konsumen.

Namun, di tengah kondisi eksternal yang menantang, segmen manufaktur suku cadang mampu mendorong peningkatan marjin berkat pengendalian keuangan yang baik. Dari segi EV, kami tetap konsisten untuk menyelesaikan progres pembangunan Fasilitas Kendaraan Listrik Komersial Berbasis CKD (Completely Knock Down) Pertama di Indonesia di Magelang agar berjalan sesuai dengan rencana pembangunan yang ditargetkan selesai pada bulan September 2024.

“Being a pioneer in the Commercial EV segment in Indonesia is full of challenges. Therefore, VKTR continues to strive to provide solutions to EV industry problems from manufacturing to financing to accelerate EV adoption in Indonesia. VKTR's current focus is to ensure the progress of the construction of our CKD Facility in Magelang runs on time. "This facility will become a center for assembling commercial electric vehicles with a minimum TKDN of 40%, thus having an impact on price affordability for consumers and increasing margins for companies," said Gilarsi W. Setijono, President Director of VKTR.

Perusahaan terus mendukung pihak yang ingin merealisasikan target Net Zero Emissions mereka. Dari total 60 bus VKTR yang telah beroperasi dengan jarak tempuh 5.432.358 Km (per-15 April 2024), estimasi internal kami jumlah karbon yang berhasil dikurangi sebanyak 5.200 ton CO2 (dengan asumsi faktor konversi 2,68 kg CO2/liter, dan konsumsi solar 2,8 km/liter). Untuk menyerap CO2 sebesar 5.200 ton, dibutuhkan sekitar 5.627 hektare vegetasi untuk menyerap 5.200 ton CO2, atau setara dengan 237 ribu pohon yang harus ditanam untuk menyerap emisi CO2 tersebut (asumsi 1 pohon dewasa menyerap 22 kg CO2 selama 20 tahun).

Tentang PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk: PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR – pronounced “Vector”) - is a pioneer in the electrification of the commercial vehicle segment in Indonesia. VKTR is committed to accelerating sustainable mobility in Indonesia through manufacturing and strategic partnerships with best-in-class electric vehicle manufacturers.

Tags

Berita Terkait

TENTANG KAMI

About Us

Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.

SELENGKAPNYA