Blog
Harga Pengembangan PLTS Semakin Murah
Sumber : Kontan.co.id | 22 Mei 2024
The combination of Solar Power Plants (PLTS) with batteries will produce affordable energy and will solve the world's energy problems.
Itu sebabnya, tren pengembangan PLTS diprediksi akan terus meningkat ke depannya. Terlebih harga teknologi PLTS saat ini jauh lebih murah 90% jika dibandingkan satu dekade terakhir.
As reported by Kompas.com, SpaceX and Tesla Inc boss Elon Musk said that the development of PLTS is currently supported by increasingly cheaper prices. Apart from that, battery prices have also decreased by up to 10 times in the last five years.
"The combination of PLTS and batteries could be a complementary solution," said Elon Musk.
Musk menambahkan, potensi sinar matahari yang begitu besar dan sangat melimpah bisa menjadi sumber energi bersih yang mencukupi kebutuhan energi manusia.
Every day, 1 square kilometer of the earth's surface receives around 1 gigawatt (GW) of solar radiation. If maximized, the energy that can be produced reaches 1 gigatwatt hour (gwh) per 1 square kilometer.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi sepakat bahwa harga PLTS memang akan semakin turun.
"If demand gets higher throughout the world, (prices) will definitely go down," said Eniya to KONTAN, Tuesday (21/5).
Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menuturkan, harga teknologi PLTS memang jauh lebih murah dibandingkan dengan satu dekade lalu yang turun lebih dari 90%.
Menurut Fabby, saat ini harga listrik yang dihasilkan oleh PLTS merupakan yang termurah dibandingkan energi bersih lain. Hanya saja, karena sumber listriknya dari sinar matahari, pasokannya tidak konstan lantaran dipengaruhi oleh awan, cuaca, dan musim sehingga listrik yang dihasilkan PLTS memiliki sifat intermiten.
"Because it is intermittent, to use solar electricity for a long time or to provide 24-hour electricity, battery technology is needed," he said to KONTAN, Tuesday (21/5).
Fabby menuturkan, baterai berguna untuk menyimpan listrik agar bisa dipakai kapan pun saat diperlukan, baik di malam hari saat tidak ada sinar matahari atau saat cuaca sedang tidak mendukung.
Untuk itu, kata Fabby, PLTS perlu dilengkapi baterai untuk bisa menghasilkan keluaran daya yang konstan. Sebab, kombinasi PLTS dan baterai akan menghasilkan harga listrik yang lebih murah daripada gas.
Bahkan, hampir di seluruh negara-negara sudah menggunakan dua kombinasi ini, seperti di China sebagai negara dengan pertumbuhan PLTS tertinggi. Di Eropa yang memiliki empat musim pun menggunakan dua kombinasi ini, seperti di Jerman, Polandia, dan negara Eropa lain.
Selain itu, negara lain seperti Amerika Serikat dan negara-negara Asia, seperti China dan India. Untuk di Asia Tenggara, Vietnam menjadi negara dengan pertumbuhan PLTS tertinggi. Adapun di Australia, jumlah PLTS rooftop hampir mencapai 2,5 juta rumah tangga menggunakan PLTS.
Chairman of the Indonesian Private Electricity Producers Association (APLSI) Arthur Simatupang admitted that PLTS prices are getting cheaper. This trend will continue in the next few years. "To increase the number of PLTS, incentives are needed so that there is acceleration," said Arthur to KONTAN.
Berita Terkait
Roadmap Kendaraan Listrik sampai 2060, ICE Bakal Tersingkir
October 29, 2026
Tak Hanya Pembangkit, Transisi Energi juga Butuh Jaringan dan Penyimpanan Daya
October 28, 2026
RUU Migas Bergulir, SKK Migas Dorong Pembenahan Tata Kelola
October 21, 2026
Adopsi Truk Listrik, RI Disarankan Pakai Teknologi Tukar Baterai
October 14, 2026TENTANG KAMI
Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.
SELENGKAPNYA