Blog
OJK Buka-bukaan Tantangan Pasar Modal RI, dari Free Float hingga Investor Milenial
Sumber : Kompas.com | 5 Januari 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat potensi pertumbuhan pasar modal Indonesia masih sangat besar, namun membutuhkan perbaikan ekosistem secara berkelanjutan.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengatakan salah satu fondasi utama yang diperkuat adalah integritas pasar untuk mewujudkan pasar yang berfungsi dengan baik dan efisien (a well-functioning and efficient capital market).
Memasuki 2026, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk Self Regulatory Organization (SRO), berkomitmen mengimplementasikan berbagai program strategis yang difokuskan pada peningkatan integritas dan pendalaman pasar.
Program pertama, peningkatan kualitas perusahaan tercatat melalui penyempurnaan kebijakan secara menyeluruh, mulai persyaratan pencatatan (entry requirement), peningkatan free float atau saham beredar termasuk skema continuous free float, peningkatan transparansi ultimate beneficial owner atau kepemilikan manfaat akhir atas perusahaan, hingga penyusunan exit policy yang jelas.
Transparansi ultimate beneficial owner dinilai penting untuk meminimalkan transaksi tidak wajar dan meningkatkan likuiditas riil di pasar, sekaligus menjawab keraguan investor dan lembaga internasional, termasuk Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang bahkan sempat mengusulkan metode perhitungan free float khusus untuk Indonesia.
"Increasing transparency regarding ultimate beneficial owners for listed companies is necessary to minimize irregular securities transactions and increase real liquidity in the market, while also addressing concerns raised by investors and international institutions, such as MSCI, which even issued a proposal for a specific free float calculation method for Indonesia," Mahendra said at the opening of stock exchange trading at the IDX building on Friday (January 2, 2026).
Program kedua, peningkatan basis investor baik domestik maupun asing melalui peran investor institusional, terutama reksa dana, asuransi, dan dana pensiun.
"We view the program to strengthen the capacity, governance, and risk management of insurance companies and pension funds as nearly complete, so they are now able to increase their investments in the capital market in line with their risk appetite and good risk management practices," he explained.
Selain itu, OJK terus mendorong peningkatan perlindungan investor minoritas dan ritel melalui penegakan aspek pengawasan (market conduct), termasuk penguatan pengawasan terhadap perilaku financial influencer (finfluencer).
Program ketiga, mencakup adopsi dan pelaksanaan reformasi tata kelola pasar saham terkini, dengan belajar dari praktik negara-negara lain yang dinilai berhasil menciptakan growth story pasar saham.
Reformasi tersebut mencakup penguatan transparansi, kualitas keterbukaan informasi (disclosure), serta disiplin pengelolaan perusahaan agar meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan pasar.
Terakhir, OJK juga menaruh perhatian besar pada penguatan manajemen risiko dan tata kelola teknologi informasi di pasar modal. Di samping itu, OJK telah menjatuhkan berbagai sanksi di sektor pasar modal, termasuk denda kepada 121 pihak, pencabutan izin terhadap enam pihak, serta peringatan dan perintah tertulis kepada 638 pelaku usaha.
Berita Terkait
Tak Hanya Pembangkit, Transisi Energi juga Butuh Jaringan dan Penyimpanan Daya
October 28, 2026
RUU Migas Bergulir, SKK Migas Dorong Pembenahan Tata Kelola
October 21, 2026
Adopsi Truk Listrik, RI Disarankan Pakai Teknologi Tukar Baterai
October 14, 2026
Jalan Terjal RI Kejar Bauran EBT Demi Visi Ekonomi Hijau
October 01, 2026TENTANG KAMI
Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.
SELENGKAPNYA