Bakrie & Brothers adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan lingkup kepentingan bisnis yang berfokus pada sektor manufaktur dan infrastruktur.

Sejarah Visi dan Misi Proyek Berjalan Struktur Organisasi & Perusahaan Tata Kelola Perusahaan Kepemimpinan Entitas Kami

Kami memiliki visi berbisnis, yang mewujudkan pertumbuhan dengan melayani masyarakat dan negeri.

Cerita Organisasi Sosial

Jelajahi berita dan pengumuman terbaru kami yang mencakup inovasi, karyawan kami, keberlanjutan, pemasaran, dan lainnya.

Berita dan Pengumuman

Tinjau data kinerja perusahaan, pelajari tentang strategi bisnis kami, dan prospek masa depan.

Pesan dari CEO Ikhtisar Keuangan Presentasi Perusahaan Laporan Keuangan Laporan Tahunan Struktur Kepemilikan Saham

Ikuti berita terbaru dari Bakrie & Brothers.

GMS Paparan Publik & Aksi Korporasi Korespondensi Dokumen Pendukung

Untuk para pemikir kreatif dan percaya diri yang siap melampaui batasan.

Human Resource Career Opportunities & Inquiries
News Header
BERITA DAN MEDIA

Blog

2019 BNBR Raup Laba Rp 800 Miliar Lebih

30/03/2020
2019 BNBR Raup Laba Rp 800 Miliar Lebih

Sumber: Humas BNBR | 30 Mar 2020

PT Bakrie & Brothers Tbk (“Perseroan” atau “BNBR”) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang 2019 lalu. Setelah di tahun-tahun sebelumnya belum membukukan profit, Perseroan di tahun 2019 berhasil meraih laba bersih di atas Rp 800 miliar, sementara di tahun 2018 lalu Perseroan masih mencatatkan kerugian Rp 1,25 triliun.

Dalam Laporan Keuangan Full-Year 2019, indikator finansial BNBR tahun 2019 memperlihatkan capaian yang lebih baik jika dibanding tahun 2018. “Dalam hal perolehan laba, Perseroan berhasil mencetak nilai positif yang signifikan di tahun 2019, setelah mencatat rugi Rp 1 triliun lebih pada tahun sebelumnya. Dari sisi revenue, perolehan yang diperoleh perusahaan pada 2019 terhitung stabil dibanding 2018. Selanjutnya, kami juga berhasil mencatat efisiensi pada COGS, beban operasional dan beban finansial lainnya. Tentu ini menggembirakan,” ujar Direktur Utama BNBR, Anindya Novyan Bakrie di Jakarta, Senin (30/3/2020).

Anindya yakin, BNBR akan terus mencatatkan kinerja yang lebih baik ke depan dengan dukungan sejumlah proyek strategis. Seperti diketahui, Perseroan saat ini tengah serius menggarap sejumlah proyek yang prospektif, seperti proyek pembangunan pembangkit listrik Tanjung Jati, proyek pipanisasi gas di Kalimantan, pembangunan jalan tol, dan proyek pengembangan bus listrik.

Beberapa tahun belakangan ini BNBR juga konsisten melakukan berbagai upaya perbaikan posisi keuangan, utamanya dengan restrukturisasi utang serta menjalankan program cost reduction dan efisiensi besar-besaran di tingkat operasional anak-anak usaha. “Secara bertahap, kinerja BNBR berhasil kita perbaiki dan tingkatkan. Beban utang secara konsisten terus berkurang dan nilai aset meningkat,” papar Anindya Bakrie.

Tercatat dalam Laporan Keuangan, beban keuangan dan bunga Perseroan memang berkurang dari Rp.350 miliar pada 2018 menjadi tinggal Rp.175 miliar pada tahun 2019. “Inilah salah satu hasil restrukturisasi utang Perseroan beberapa tahun terakhir,” kata Anindya lagi.

2020, Tahun Tantangan

Lebih jauh, Anindya Bakrie menyatakan harapannya dalam menghadapi tahun 2020 ini. “Kami memperkirakan, 2020 ini menjadi tahun yang penuh tantangan, tidak hanya bagi Bakrie & Brothers, tetapi juga bagi dunia usaha pada umumnya. Berbagai faktor makro yang mempengaruhi dunia, berimbas juga kepada kita di Indonesia; mulai dari perang dagang, fluktuasi harga minyak, hingga nilai tukar Rupiah yang terus tertekan, serta ketidak-stabilan rantai pasokan dunia.” Anindya juga menyinggung tentang dampak dari penyebaran virus corona terhadap dunia usaha, “Kita masih belum bisa menghitung secara pasti seberapa jauh akibat yang ditimbulkan. Yang jelas, operasional perusahaan-perusahaan kami memang saat ini sedikit terganggu, dan beberapa proyek berpotensi tertunda jadwalnya.”

Anindya then explained about the company’s plans in 2020, especially on several strategic projects that the company will run. One of them is the Tanjung Jati A power plant construction project in West Java of 2x660 MW. “The Business Viability Guarantee Letter from the Indonesian government has been issued recently, and will help the financial closure process to be completed this year. Land acquisition for this project has also been completely completed, more than 200 hectares, “said Anindya. In addition, he stated that an EPC contractor for this work had also been appointed.

Sebagai pemenang lelang hak khusus ruas transmisi gas bumi Kalimantan, Perseroan juga menyatakan siap melaksanakan pembangunan jaringan pipa gas yang telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu proyek strategis nasional tersebut. “Kami tengah bersiap menggarap pembangunan dari Bontang, Kalimantan Timur ke Takisung, Kalimantan Selatan dengan jarak sekitar 600 kilometer,” kata Anindya Bakrie menjelaskan.

Secara khusus, Anindya Bakrie juga menyinggung progres dari proyek bus listrik yang dikembangkan oleh anak perusahaan BNBR, PT Bakrie Autoparts. “Alhamdulillah, bus listrik kami telah selesai melakukan serangkaian uji coba dan memenuhi semua persyaratan teknis dari TransJakarta. Langkah berikutnya, kita akan siapkan pengadaan beberapa unit bus baru untuk TransJakarta, dan menjalani tahap pilot project di Jakarta,” lanjut Anindya.

Sementara itu, anak perusahaan BNBR yang mengerjakan proyek infrastruktur jalan tol, PT Cimanggis-Cibitung Tollways, kini juga tengah ‘ngebut’ menyelesaikan target yang dicanangkan pemerintah. “Fase pertama rencananya akan difungsikan sebelum lebaran 2020 ini, sepanjang 3.2 kilometer. Panjang jalan tol ini totalnya mencapai 26 kilometer, dan merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2,” jelas Anindya. Fase kedua proyek ini telah selesai lebih dari 70 persen, dan keseluruhan proyek diperkirakan dapat diselesaikan di tahun depan.

Anak-anak perusahaan BNBR yang lain juga mencetak prestasi bagus. PT Bakrie Pipe Industries (BPI), unit usaha Perseroan yang memproduksi pipa baja, mampu mencatatkan revenue sebesar Rp 1,8 triliun, meningkat 12 persen dibanding tahun 2018 yang sebesar Rp 1,6 triliun. BPI saat ini mendapatkan sejumlah proyek oil & gas baru, antara lain pengadaan pipa untuk Saka Energy di wilayah Jawa Timur dan proyek Pembangkit Jawa I (IPP Jawa I). Kedua proyek ini semakin memperkuat proyek multiyears pengadaan pipa untuk bisnis Pertamina di sektor downstream (hilir) yang sudah bergulir sejak akhir 2017 dan akan tuntas pada akhir 2020 ini.

Menutup pembicaraan, Anindya Bakrie menyatakan optimis menghadapi tantangan di depan. “Kembali saya sampaikan, tahun ini tidak akan mudah bagi kami. Namun, kami tentu yakin bisnis kami akan dapat tetap tumbuh. Banyak hal yang membuat kami optimis dan bersemangat menjalaninya. Semoga semuanya dapat berjalan sesuai dengan harapan.”

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Bayu Nimpuno
Head of Corporate Communications
[email protected]
HP: 0815.1180.2250

Tags

Berita Terkait

TENTANG KAMI

About Us

Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.

SELENGKAPNYA