Blog
Berharap Pemulihan Ekonomi Dengan Vaksin Normal Baru
Sumber: Katadata.co.id | 14 Jun 2020
Pemerintah telah memutuskan untuk menjalankan kebijakan normal baru atau new normal untuk mendorong pemulihan ekonomi. Meski, pandemi Covid-19 belum menunjukkan adanya tanda-tanda akan berakhir.
Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa tatanan kehidupan baru di tengah pandemi virus corona baru merupakan keniscayaan yang harus dijalani. Menurutnya, hidup berdampingan dengan Covid-19, dengan mempertimbangkan data dan fakta perkembangan pandemi, bukan berarti menyerah.
Ia mengajak masyarakat melawan wabah untuk beraktivitas dengan mengedepankan protokol Kesehatan. Dengan begitu, warga dapat dapat kembali berkegiatan secara produktif dan tetap aman.
"Public safety must still be a priority. Our needs have definitely changed to address the risk of this outbreak. That's a necessity, that's what many people call a new normal, ”he said, last May 18, 2020.
One of the President's considerations is a statement from the World Health Organization (WHO) which assesses that the corona virus originating from Wuhan will not disappear soon. The virus that attacks the respiratory tract is predicted to remain in society for quite a long time.
"This means that we must coexist with Covid-19. As I said before, make peace with Covid-19. Once again, the important thing is that people are productive, safe and comfortable, ”he said.
Presiden optimistis jika masyarakat mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak aman, mengenakan masker, dan sering mencuci tangan dengan sabun, maka penularan dapat dicegah.
Kepala Negara juga menekankan pemerintah terus memantau waktu terbaik bagi dimulainya normal baru. Beberapa sektor usaha dengan resiko penularan kecil, namun dampak ekonominya besar dapat menjadi prioritas untuk Kembali beroperasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, protokol dalam menjalankan normal baru sedang diupayakan untuk kembali memutar roda ekonomi. Strategi tersebut, kata Airlangga, akan mencakup kriteria yang menentukan kesiapan masing-masing daerah.
Kriteria yang akan digunakan pemerintah, antara lain adalah reproduction rate untuk melihat perkembangan pandemi virus Corona tipe baru di sejumlah daerah.
If an area has a reproduction rate or R0 above 1, then the area is still in a high transmission stage. Meanwhile, if R0 is below 1, it indicates that the spread curve of Covid-19 is starting to slope. "If there is less than one, it can be opened for a new normal," he said.
Kriteria lainnya adalah kesiapan daerah yang dinilai berdasarkan aspek epidemiologi. Kesiapsiagaan pemerintah daerah dan kedisiplinan masyarakat juga menjadi faktor penentu.
Nantinya, pemerintah pusat akan memberikan skor 1-5 yang merepresentasikan kesiapan daerah untuk memasuki fase kehidupan baru. Tahap 1 belum siap, sedangkan tahap 5 sudah siap.
Sejumlah sektor industri juga sedang menyiapkan standar operasional untuk memasuki kehidupan normal baru yang akan dikoordinasikan dengan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Menurut rencana, normal baru sebagai standar baru kegiatan itu juga berlaku di berbagai sektor, misalnya pariwisata, pendidikan, restoran, akomodasi, rumah ibadah, transportasi dan lainnya.
Berdasarkan data hingga pertengahan Juni 2020, hanya 92 kabupaten kota di Indonesia yang belum terdampak Covid-19, sisanya 136 berisiko rendah, 220 sedang dan 66 tinggi.
Anggaran untuk mendukung pelaksanaan kebijakan normal baru, pemerintah menambah anggaran penanganan pandemi Covid-19 hingga Rp 677,2 triliun.
Dari jumlah tersebut ,sebanyak Rp 589,65 triliun ditujukan untuk pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Di antaranya, untuk bantuan perlindungan sosial Rp 203,9 triliun, insentif perpajakan Rp 123,01 triliun, restrukturisasi UMKM dan padat karya Rp 82,2 triliun serta subsidi bunga Rp 35,28 triliun.
Dengan adanya penambahan anggaran, maka defisit anggaran juga diperlebar menjadi 6,34% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp 1.039,2 triliun.
The government realizes that this program needs to be implemented in parallel with the new normal because the Indonesian economy is experiencing heavy pressure from the production side. In addition, people's income and purchasing power have also continued to decline, even though the biggest component that makes up the Gross Domestic Product (GDP) is household consumption.
Kondisi ini apabila terjadi secara berlarut-larut dapat menyebabkan terjadinya penurunan kelas masyarakat yang berpotensi melahirkan masalah sosial baru.
Bagaimanapun, pemerintah juga mempunyai keterbatasan. Pendanaan untuk masyarakat atau industri itu hanya cukup untuk sekitar enam bulan.
Dengan kucuran berbagai stimulus, pelaksanaan kegiatan ekonomi nasional di berbagai sektor diharapkan dapat kembali pulih secara bertahap.
Kegiatan yang beriringan dengan normal baru ini juga diharapkan dapat meningkatkan kembali pendapatan pajak yang terjadi melalui transaksi jual beli. Pajak ini penting karena pemerintah tidak mungkin terus mengandalkan pembiayaan dari utang maupun pinjaman untuk menangani dampak Covid-19.
The Assistance Team for the Coordinating Minister for Economic Affairs Raden Pardede confirmed that a new normal policy will occur until the corona virus vaccine is found. "Hopefully next year we will get the vaccine and it will spread to all Indonesian people," he said in a webinar in Jakarta, Tuesday (9/6).
Later, when a vaccine has been discovered as early as 2021, this senior economist estimates that Indonesia's economy will only partially recover. "This may take another half to one year, from 2022 to 2023 he will return to pre-Covid-19," he said, quoted by Antara.
Previously, Indonesia's economic growth was only 2.97% in the first quarter of 2020. In fact, the first case of Covid-19 in Indonesia was only announced on March 2, 2020. The economy is predicted to decline to its lowest position in April-May 2020 due to slowing household consumption performance. .
Untuk itu, sasaran utama dalam kebijakan normal baru adalah memulihkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menekan angka kemiskinan.
Not only from the government, Raden encouraged the private sector to also support the national economy after the pandemic ended so that the country's economy could recover. "This is expected to be a trigger to move us to grow in the future," he said.
Berita Terkait
Bukan Mobil Hybrid, Bus Listrik Solusi Macet dan Emisi
05 November 2026
Industri Komponen Otomotif Tumbuh, GIAMM Soroti Dampak Tren Elektrifikasi
04 November 2026
Pusat Data AI Butuh Banyak Air, Pakar Dorong Penggunaan Air Daur Ulang
03 November 2026
Bos SKK Migas Ungkap Strategi Pemerintah Hadapi Lonjakan Harga Minyak
02 November 2026TENTANG KAMI
Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.
SELENGKAPNYA