Blog
Subsidi Bus Listrik Lebih Bermanfaat di DKI Ketimbang Mobil dan Motor
Sumber : CNNIndonesia.com | 9 Januari 2025
Subsidi untuk bus listrik dinilai lebih bermanfaat ketimbang mobil listrik dan sepeda motor listrik sebab lebih efektif mengurangi kemacetan dan polusi di Jakarta, menurut Inisiatif Strategis Transportasi (Instran).
"I'm asking my fellow journalists to convey that subsidizing electric buses will be far more beneficial for the public than for electric cars and motorcycles," said Instran founder Ki Darmaningtyas in Jakarta on Thursday (January 8), as reported by Antara.
Darmaningtyas menjelaskan subsidi untuk mobil listrik dan motor listrik justru membuat populasinya semakin banyak dan dikatakan bakal bikin macet jalanan.
"But subsidizing electric cars or motorcycles will definitely increase congestion. Pollution will decrease, but congestion will increase," he said.
Seperti mobil listrik, pemerintah juga memberikan subsidi, salah satunya berupa Pajak Pertambahan Nilai yang ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Bagi bus listrik kategorinya sebagai berikut:
- Electric buses with a minimum 40 percent Domestic Content (TKDN), 10 percent DTP VAT
- Electric buses with a 20-40 percent Domestic Content (TKDN), 5 percent DTP VAT
Namun PPN DTP itu sudah berakhir pada Desember 2025. Sejauh ini belum ada keputusan melanjutkannya ke 2026.
Pembina industri otomotif di dalam negeri, Kementerian Perindustrian, sedang menyiapkan subsidi baru untuk kendaraan listrik tetapi belum disebutkan buat bus listrik.
Walau begitu skema subsidi yang dipaparkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang lebih luas dari sebelumnya, meliputi kategori penggunaan jenis baterai.
Baterai LFP (lithium ferro phosphate) rencananya mendapat stimulus lebih kecil, sedangkan kendaraan listrik menggunakan nikel bakal lebih besar.
In early 2026, Agus emphasized the local production of TKDN, which he mentioned as a principle for the proposed new subsidy. "But most importantly, for us to produce environmentally friendly vehicles, we need to provide more detailed incentives," said Agus.
Berita Terkait
Tak Hanya Pembangkit, Transisi Energi juga Butuh Jaringan dan Penyimpanan Daya
October 28, 2026
RUU Migas Bergulir, SKK Migas Dorong Pembenahan Tata Kelola
October 21, 2026
Adopsi Truk Listrik, RI Disarankan Pakai Teknologi Tukar Baterai
October 14, 2026
Jalan Terjal RI Kejar Bauran EBT Demi Visi Ekonomi Hijau
October 01, 2026TENTANG KAMI
Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.
SELENGKAPNYA