Bakrie & Brothers adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan lingkup kepentingan bisnis yang berfokus pada sektor manufaktur dan infrastruktur.

Sejarah Visi dan Misi Proyek Berjalan Struktur Organisasi & Perusahaan Tata Kelola Perusahaan Kepemimpinan Entitas Kami

Kami memiliki visi berbisnis, yang mewujudkan pertumbuhan dengan melayani masyarakat dan negeri.

Cerita Organisasi Sosial

Jelajahi berita dan pengumuman terbaru kami yang mencakup inovasi, karyawan kami, keberlanjutan, pemasaran, dan lainnya.

Berita dan Pengumuman

Tinjau data kinerja perusahaan, pelajari tentang strategi bisnis kami, dan prospek masa depan.

Pesan dari CEO Ikhtisar Keuangan Presentasi Perusahaan Laporan Keuangan Laporan Tahunan Struktur Kepemilikan Saham

Ikuti berita terbaru dari Bakrie & Brothers.

GMS Paparan Publik & Aksi Korporasi Korespondensi Dokumen Pendukung

Untuk para pemikir kreatif dan percaya diri yang siap melampaui batasan.

Human Resource Career Opportunities & Inquiries
News Header
BERITA DAN MEDIA

Blog

Subsidi Bus Listrik Lebih Bermanfaat di DKI Ketimbang Mobil dan Motor

12/01/2026
Subsidi Bus Listrik Lebih Bermanfaat di DKI Ketimbang Mobil dan Motor

Sumber : CNNIndonesia.com | 9 Januari 2025

Subsidi untuk bus listrik dinilai lebih bermanfaat ketimbang mobil listrik dan sepeda motor listrik sebab lebih efektif mengurangi kemacetan dan polusi di Jakarta, menurut Inisiatif Strategis Transportasi (Instran).

"I'm asking my fellow journalists to convey that subsidizing electric buses will be far more beneficial for the public than for electric cars and motorcycles," said Instran founder Ki Darmaningtyas in Jakarta on Thursday (January 8), as reported by Antara.

Darmaningtyas menjelaskan subsidi untuk mobil listrik dan motor listrik justru membuat populasinya semakin banyak dan dikatakan bakal bikin macet jalanan.

"But subsidizing electric cars or motorcycles will definitely increase congestion. Pollution will decrease, but congestion will increase," he said.

Seperti mobil listrik, pemerintah juga memberikan subsidi, salah satunya berupa Pajak Pertambahan Nilai yang ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Bagi bus listrik kategorinya sebagai berikut:

- Electric buses with a minimum 40 percent Domestic Content (TKDN), 10 percent DTP VAT

- Electric buses with a 20-40 percent Domestic Content (TKDN), 5 percent DTP VAT

Namun PPN DTP itu sudah berakhir pada Desember 2025. Sejauh ini belum ada keputusan melanjutkannya ke 2026.

Pembina industri otomotif di dalam negeri, Kementerian Perindustrian, sedang menyiapkan subsidi baru untuk kendaraan listrik tetapi belum disebutkan buat bus listrik.

Walau begitu skema subsidi yang dipaparkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang lebih luas dari sebelumnya, meliputi kategori penggunaan jenis baterai.

Baterai LFP (lithium ferro phosphate) rencananya mendapat stimulus lebih kecil, sedangkan kendaraan listrik menggunakan nikel bakal lebih besar.

In early 2026, Agus emphasized the local production of TKDN, which he mentioned as a principle for the proposed new subsidy. "But most importantly, for us to produce environmentally friendly vehicles, we need to provide more detailed incentives," said Agus.

Berita Terkait

TENTANG KAMI

About Us

Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.

SELENGKAPNYA