Bakrie & Brothers adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan lingkup kepentingan bisnis yang berfokus pada sektor manufaktur dan infrastruktur.

Sejarah Visi dan Misi Proyek Berjalan Struktur Organisasi & Perusahaan Tata Kelola Perusahaan Kepemimpinan Entitas Kami

Kami memiliki visi berbisnis, yang mewujudkan pertumbuhan dengan melayani masyarakat dan negeri.

Cerita Organisasi Sosial

Jelajahi berita dan pengumuman terbaru kami yang mencakup inovasi, karyawan kami, keberlanjutan, pemasaran, dan lainnya.

Berita dan Pengumuman

Tinjau data kinerja perusahaan, pelajari tentang strategi bisnis kami, dan prospek masa depan.

Pesan dari CEO Ikhtisar Keuangan Presentasi Perusahaan Laporan Keuangan Laporan Tahunan Struktur Kepemilikan Saham

Ikuti berita terbaru dari Bakrie & Brothers.

GMS Paparan Publik & Aksi Korporasi Korespondensi Dokumen Pendukung

Untuk para pemikir kreatif dan percaya diri yang siap melampaui batasan.

Human Resource Career Opportunities & Inquiries
News Header
BERITA DAN MEDIA

Blog

Unit Usaha Bakrie Bangun Puslitbang Baterai Kendaraan Listrik

02/06/2022
Unit Usaha Bakrie Bangun Puslitbang Baterai Kendaraan Listrik

PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR), anak perusahaan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang bergerak di bidang manufaktur elektrifikasi transportasi dan ekosistem telematika, kembali melakukan kerja sama strategis dengan institusi pendidikan. Setelah sebelumnya dengan PENS, kini VKTR melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas, Gilarsi W. Setijono dan Ketua Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS, Prof. Agus Purwanto, di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (2/6/2022).

Gilarsi mengatakan, penandatanganan MoU ini dilakukan untuk mendukung pembangunan laboratorium penelitian dan pengembangan teknologi baterai dalam bidang transportasi secara jangka panjang dan berkelanjutan. Pembangunan laboratorium ini bertujuan untuk inovasi dalam pengembangan teknologi baterai kendaraan listrik dan menjadi pusat pengujian terhadap baterai listrik baik untuk memperkaya IPTEK dalam negeri ataupun kebutuhan komersial.

"As the main component of electric vehicles, the current battery technology still has many limitations, so it is still very open to be studied and developed. Based on that thought, we plan to carry out this strategic cooperation with UNS," said Gilarsi.

Menurut Gilarsi, keterbatasan teknologi baterai saat ini terdapat di dua aspek, yakni aspek performa atau kinerja baterai, dan aspek harga bahan baku atau material baterai yang masih sangat mahal. Jika dua hal ini bisa diatasi, maka upaya pengembangan teknologi baterai akan lebih maju lagi.

Dalam melihat performa baterai, lanjut Gilarsi, ada dua hal yang krusial. Yakni kemampuan kecepatan baterai dalam menghantarkan energi, dan banyaknya energi yang dapat disimpan oleh baterai tersebut. Selain itu, baterai juga harus aman, tahan lama, cepat dalam pengisian daya, ramah lingkungan dan dapat dibuat dengan biaya yang relatif murah.

"A myriad of challenges in the future are waiting for us to solve together, considering the development of battery technology will increase rapidly," he explained.

Gilarsi also explained that Indonesia's position in the electric vehicle battery production chain is very strategic. This is because Indonesia is currently listed as a country with the largest nickel reserves, reaching 52 percent of the world's total nickel reserves.

Belum lagi, nilai ekonomi nikel semakin tinggi akibat adanya perang antara Rusia dan Ukraina, yang memicu kekhawatiran akan menipisnya pasokan nikel karena gangguan produksi di Rusia. Situasi global ini, kata Gilarsi, sangat menguntungkan Indonesia.

"I think this is a great opportunity for us as the largest nickel producing country to become a leading nickel player, especially in the supply chain of raw materials for electric vehicle batteries," he said.

Laboratorium penelitian ini, tambah Gilarsi, nantinya terbuka dan memberikan peluang bagi siapa saja yang ingin bergabung, termasuk alumni dan mahasiswa UNS yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Ketua PUI-PT Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS, Prof Agus Purwanto, mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana kolabarasi kedua institusi ini. Kerja sama strategis antara UNS dan VKTR ini merupakan salah satu upaya untuk senantiasa membangun budaya inovasi di kampus UNS. Selanjutnya, UNS akan menyiapkan pembangunan innovation lab dan akan mengelolanya untuk kemajuan bersama.

"This collaboration is a continuous effort to build a culture of innovation on the UNS campus. In particular, this collaboration with PT VKTR is a good first step to create an ecosystem that supports each other to develop transportation electrification in Indonesia in the long term and sustainably by universities and industry," said Agus.

Previously, VKTR had signed strategic cooperation with a number of parties. These include the world's leading electric bus manufacturer BYD Auto, British environmentally friendly battery manufacturer British Volt, Tri Sakti car body company, British heavy mobility technology company Equipmake, Surabaya State Electronics Polytechnic (PENS) and a number of other parties.

According to Gilarsi, this collaboration with various parties is one of VKTR's strategies to localize technology and manufacturing products. Thus, his party wants the transportation electrification ecosystem in Indonesia to be built completely from upstream to downstream.

“Membangun ekosistem elektrifikasi transportasi ini merupakan langkah yang panjang ke depan. Semuanya kita petakan, mulai dari fasilitas pembuatan badan bus, fasilitas pembuatan sasis, teknologi telematika dan mekatronika, hingga yang sekarang ini adalah teknologi baterainya,” ujar Gilarsi.

Gilarsi optimis, seiring dengan waktu, teknologi dan industrialisasi kendaraan listrik di Indonesia akan mengalami perkembangan yang sangat cepat dan menjanjikan. Untuk itu, pihaknya akan terus memperluas kemitraan dengan pihak-pihak yang memiliki keahlian berbeda-beda baik dalam segi teknologi maupun inovasi di bidang kendaraan listrik, untuk memastikan penguasaan teknologi yang tepat bagi pasar Indonesia.

Earlier this year, said Gilarsi, a total of 30 units of VKTR-BYD electric buses had been launched as part of the Transjakarta fleet and had been going back and forth on the streets serving transportation for residents of the capital. In the future, his party will expand the range of VKTR products to areas other than DKI Jakarta. "Insya Allah, we are optimistic that with the support of the government, related business people and the wider community, VKTR will be able to become a major player in the electric vehicle business and industry to be proud of," he concluded.

Tags

Berita Terkait

TENTANG KAMI

About Us

Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.

SELENGKAPNYA