Bakrie & Brothers adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan lingkup kepentingan bisnis yang berfokus pada sektor manufaktur dan infrastruktur.

Sejarah Visi dan Misi Proyek Berjalan Struktur Organisasi & Perusahaan Tata Kelola Perusahaan Kepemimpinan Entitas Kami

Kami memiliki visi berbisnis, yang mewujudkan pertumbuhan dengan melayani masyarakat dan negeri.

Cerita Organisasi Sosial

Jelajahi berita dan pengumuman terbaru kami yang mencakup inovasi, karyawan kami, keberlanjutan, pemasaran, dan lainnya.

Berita dan Pengumuman

Tinjau data kinerja perusahaan, pelajari tentang strategi bisnis kami, dan prospek masa depan.

Pesan dari CEO Ikhtisar Keuangan Presentasi Perusahaan Laporan Keuangan Laporan Tahunan Struktur Kepemilikan Saham

Ikuti berita terbaru dari Bakrie & Brothers.

GMS Paparan Publik & Aksi Korporasi Korespondensi Dokumen Pendukung

Untuk para pemikir kreatif dan percaya diri yang siap melampaui batasan.

Human Resource Career Opportunities & Inquiries
News Header
BERITA DAN MEDIA

Blog

Resesi Di Depan Mata, SMI Proyeksi Ekonomi Kuartal III Minus

02/09/2020
Resesi Di Depan Mata, SMI Proyeksi Ekonomi Kuartal III Minus

Sumber: Cnnindonesia.com | 02 Sep 2020

Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi ekonomi kuartal III 2020 minus. Artinya, RI akan masuk jurang resesi setelah pertumbuhan ekonominya pada kuartal II lalu minus 5,32 persen.

Namun demikian, ia tak menyebut pasti apakah kontraksi ekonomi periode Juli-September 2020 akan lebih parah atau membaik dibandingkan kuartal II 2020.

“Diprediksi kuartal III 2020 (Indonesia) alami pertumbuhan negatif,” ungkap Ani, panggilan akrabnya, dalam video conference, Rabu (2/9).

Diketahui, suatu negara disebut resesi jika ekonominya tumbuh minus dalam dua kuartal berturut-turut.

Sementara, Ani melihat ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2020 juga belum pulih sepenuhnya. Dengan kata lain, ekonomi domestik masih sulit tumbuh positif di tengah pandemi virus corona.

“Ekonomi kuartal IV 2020 masih dalam zona sedikit di bawah netral,” terang dia.

Sepanjang tahun ini, ia memprediksi ekonomi Indonesia minus 0,2 persen hingga 1,1 persen. Angka tersebut lebih buruk dari prediksi awal yang minus 0,4 persen sampai positif 2,3 persen.

Namun, pemerintah terlihat lebih optimis pada tahun depan. Ani menargetkan ekonomi positif 4,5 persen sampai 5,5 persen pada 2021.

Hanya saja, pemulihan ekonomi baru akan benar-benar terlihat pada semester II 2021. Ia berpendapat pemulihan ekonomi pada semester I 2021 belum cukup kuat.

“Jadi semester I tahun depan tidak bisa diasumsikan pemulihan ekonomi yang full power (kekuatan penuh),” kata Ani.

Ia menambahkan pemulihan ekonomi belum akan maksimal pada paruh pertama tahun depan karena terhalang pandemi virus corona. Wabah itu diprediksi masih menahan konsumsi dan investasi pada awal 2021.

“Sehingga ekonomi sangat tergantung dengan pemulihan pada semester II 2020,” pungkasnya.

Tags

Berita Terkait

TENTANG KAMI

About Us

Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.

SELENGKAPNYA