Bakrie & Brothers adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan lingkup kepentingan bisnis yang berfokus pada sektor manufaktur dan infrastruktur.

Sejarah Visi dan Misi Proyek Berjalan Struktur Organisasi & Perusahaan Tata Kelola Perusahaan Kepemimpinan Entitas Kami

Kami memiliki visi berbisnis, yang mewujudkan pertumbuhan dengan melayani masyarakat dan negeri.

Cerita Organisasi Sosial

Jelajahi berita dan pengumuman terbaru kami yang mencakup inovasi, karyawan kami, keberlanjutan, pemasaran, dan lainnya.

Berita dan Pengumuman

Tinjau data kinerja perusahaan, pelajari tentang strategi bisnis kami, dan prospek masa depan.

Pesan dari CEO Ikhtisar Keuangan Presentasi Perusahaan Laporan Keuangan Laporan Tahunan Struktur Kepemilikan Saham

Ikuti berita terbaru dari Bakrie & Brothers.

GMS Paparan Publik & Aksi Korporasi Korespondensi Dokumen Pendukung

Untuk para pemikir kreatif dan percaya diri yang siap melampaui batasan.

Human Resource Career Opportunities & Inquiries
News Header
BERITA DAN MEDIA

Blog

Industri EV Butuh Arah Terpadu, Bukan Kebijakan yang Jalan Sendiri

15/04/2026
Industri EV Butuh Arah Terpadu, Bukan Kebijakan yang Jalan Sendiri

Sumber : Kompas.com | 15 April 2026

Pengembangan industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dinilai berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

Namun, peluang tersebut terancam tidak optimal jika kebijakan pemerintah tidak dijalankan secara konsisten.

Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Sripeni Inten Cahyani, menegaskan bahwa arah pengembangan kendaraan listrik tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menilai diperlukan langkah yang lebih terstruktur agar kebijakan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Bahkan, Sripeni mengusulkan pembentukan lembaga khusus yang secara fokus menangani pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

"So this is not a trivial matter; in fact, we want to make a recommendation for a special agency to manage electric vehicles. Why? We can't do it if it's only sporadic (without direction)," Sripeni told Kompas.com on Tuesday (April 14, 2026).

Di lapangan, kondisi sporadis tersebut antara lain tercermin dari kebijakan yang belum sepenuhnya terintegrasi, seperti pemberian insentif kendaraan listrik yang belum selalu diiringi kesiapan infrastruktur pengisian daya secara merata.

Menurut dia, pemerintah sebenarnya telah memiliki berbagai regulasi dan peta jalan terkait kendaraan listrik. Namun, tantangan utama saat ini terletak pada implementasi yang belum konsisten di lapangan.

"Everything has been arranged, as long as we are consistent. Now the problem is consistent policy implementation," he said.

Sripeni menjelaskan, jika kebijakan dijalankan secara konsisten, maka efek berantai terhadap perekonomian akan terbentuk. Mulai dari meningkatnya konsumsi masyarakat, masuknya investasi industri, hingga terbukanya lapangan kerja baru.

She cited the example of EV development that can boost various economic components, from government spending, consumption, investment, and exports. This is considered in line with the government's national economic growth target.

"Because this must be linked to the President's program, 8 percent economic growth. So, there must be element G, namely incentives, and they must remain," Sripeni said.

Saat ini, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendorong ekosistem kendaraan listrik, mulai dari insentif pembelian hingga dukungan investasi industri baterai. Namun, efektivitasnya dinilai masih bergantung pada konsistensi pelaksanaan di lapangan.

Sripeni emphasized that the government's role remains crucial, especially in the early stages of market formation. Incentives are needed to encourage adoption until the electric vehicle ecosystem is fully formed. Without consistent policies and ongoing support, she warned that the electric vehicle industry risks stagnation. In fact, business actors may hold back expansion or withdraw if they do not see certainty in the long-term direction of policy.

Berita Terkait

TENTANG KAMI

About Us

Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.

SELENGKAPNYA