Blog
Prospek Industri Baja Membaik di Semester II, Tapi Permintaan Masih Pulih Bertahap
Sumber: Kontan.co.id | 05 Juli 2026
Industri baja nasional diperkirakan memasuki fase pemulihan pada semester II 2026 setelah melewati paruh pertama yang lesu.
Namun, perbaikan permintaan diprediksi masih berlangsung bertahap seiring lemahnya aktivitas manufaktur dan derasnya tekanan produk baja impor.
Ketua Umum Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Harry Warganegara mengatakan, prospek industri baja pada semester kedua akan sangat ditentukan oleh percepatan aktivitas ekonomi, realisasi proyek konstruksi dan infrastruktur, serta meningkatnya kinerja sektor manufaktur sebagai konsumen utama baja.
Meski demikian, kondisi pasar saat ini belum sepenuhnya pulih.
Hal itu tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang turun ke level 46,9 pada Juni 2026, menandakan sektor manufaktur masih berada dalam fase kontraksi.
"Di sisi lain, industri baja nasional menghadapi persaingan yang makin ketat akibat meningkatnya tekanan baja impor," ujar Harry kepada KONTAN, Jumat (3/7/2026).
IISIA pun memandang prospek semester II 2026 dengan optimisme yang tetap terukur.
Menurut Harry, pemulihan industri membutuhkan dukungan kebijakan yang mampu menggerakkan sektor-sektor pengguna baja sekaligus menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat.
Pasar domestik diperkirakan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan industri, terutama dari sektor konstruksi, infrastruktur, manufaktur, otomotif, dan berbagai proyek investasi.
Sementara itu, peluang ekspor masih terbuka bagi produk baja yang memiliki daya saing di pasar regional dan negara berkembang, meski tetap dibayangi lemahnya permintaan global, kelebihan kapasitas (excess capacity), serta meningkatnya kebijakan proteksi perdagangan di berbagai negara.
Pandangan serupa disampaikan PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP). Chief Strategy and Business Development Officer sekaligus Corporate Secretary & Investor Relations ISSP Johanes W. Edward memperkirakan kondisi pasar baja pada semester II akan lebih baik dibandingkan enam bulan pertama tahun ini.
Menurutnya, peningkatan pembangunan infrastruktur, berlanjutnya proyek-proyek swasta, serta belanja sektor manufaktur akan menjadi pendorong utama permintaan baja hingga akhir tahun.
Berita Terkait
Tak Hanya Pembangkit, Transisi Energi juga Butuh Jaringan dan Penyimpanan Daya
October 28, 2026
RUU Migas Bergulir, SKK Migas Dorong Pembenahan Tata Kelola
October 21, 2026
Adopsi Truk Listrik, RI Disarankan Pakai Teknologi Tukar Baterai
October 14, 2026
Jalan Terjal RI Kejar Bauran EBT Demi Visi Ekonomi Hijau
October 01, 2026TENTANG KAMI
Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.
SELENGKAPNYA