Bakrie & Brothers adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan lingkup kepentingan bisnis yang berfokus pada sektor manufaktur dan infrastruktur.

Sejarah Visi dan Misi Proyek Berjalan Struktur Organisasi & Perusahaan Tata Kelola Perusahaan Kepemimpinan Entitas Kami

Kami memiliki visi berbisnis, yang mewujudkan pertumbuhan dengan melayani masyarakat dan negeri.

Cerita Organisasi Sosial

Jelajahi berita dan pengumuman terbaru kami yang mencakup inovasi, karyawan kami, keberlanjutan, pemasaran, dan lainnya.

Berita dan Pengumuman

Tinjau data kinerja perusahaan, pelajari tentang strategi bisnis kami, dan prospek masa depan.

Pesan dari CEO Ikhtisar Keuangan Presentasi Perusahaan Laporan Keuangan Laporan Tahunan Struktur Kepemilikan Saham

Ikuti berita terbaru dari Bakrie & Brothers.

GMS Paparan Publik & Aksi Korporasi Korespondensi Dokumen Pendukung

Untuk para pemikir kreatif dan percaya diri yang siap melampaui batasan.

Human Resource Career Opportunities & Inquiries
News Header
BERITA DAN MEDIA

Blog

Rencana Panjang RI Kurangi Pemakaian BBM hingga Batu Bara

29/10/2025
Rencana Panjang RI Kurangi Pemakaian BBM hingga Batu Bara

Sumber : Detik.com | 28 Oktober 2025

Indonesia punya rencana besar mengurangi ketergantungan penggunaan energi fosil. Rencana baru untuk diversifikasi energi dituangkan dalam Peraturan Pemerintah nomor 40 tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional.

Beleid itu berisi rencana besar kebijakan energi nasional yang dilaksanakan untuk periode jangka panjang sampai dengan tahun 2060. Aturan itu baru saja diteken Presiden Prabowo Subianto pada 15 September 2025 yang lalu.

Dilansir dari beleid tersebut, Selasa (28/10/2025), disebutkan pemerintah akan melaksanakan diversifikasi atau pengalihan pengguna energi untuk meningkatkan konservasi sumber daya energi, kemandirian energi, dan ketahanan energi nasional dan daerah.

Pada pasal 31 ayat 2 disebutkan ada 6 poin yang bakal dilaksanakan mulai saat ini hingga 2060. Pertama, transisi penyediaan dan pemanfaatan dari energi tak terbarukan ke berbagai jenis sumber energi baru dan sumber energi terbarukan.

Kedua, pengalihan energi di sektor transportasi dari bahan bakar minyak (BBM) ke penggunaan listrik, bioenergi, hidrogen, gas, dan energi rendah karbon lainnya.

Ketiga, pengalihan penggunaan gas liquefied petroleum gas (LPG) untuk keperluan rumah tangga dan komersial ke penggunaan biogas, gas dymethil ether (DME), induksi listrik, atau energi rendah karbon lainnya.

Keempat, akan dilaksanakan pengalihan penggunaan sebagian batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap ke penggunaan pembangkit listrik berbasis gas, hidrogen, amonia, biomassa, dan energi rendah karbon lainnya.

Kelima, pengalihan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas ke penggunaan biomassa dan biogas, listrik, hidrogen, dan energi rendah karbon lainnya untuk penggunaan energi bagi industri besar hingga usaha mikro, kecil, dan menengah. Hal yang sama juga dilakukan untuk sektor komersial dan rumah tangga.

Keenam, pemenuhan sebagian keperluan bahan bakar minyak dan bahan bakar gas ke penggunaan likuifikasi dan gasifikasi batu bara yang dihasilkan menggunakan teknologi rendah karbon dengan memperhatikan keekonomian.

Dalam pasal 12 disebutkan pengurangan energi minyak bumi akan dilakukan dalam beberapa tahap. Di tahun 2030 hingga 2040 bauran energinya ditekan ke 22,4-26,3%, kemudian di 2040 hingga 2050 dikurangi menjadi hanya 14,3%-15,9%.

Lalu dari 2050 hingga 2060 dikurangi lagi menjadi hanya 8,7-8,8%. Target utamanya lebih dari tahun 2060 bauran energi minyak bumi hanya menyentuh 3,9-4,7%.

Di pasal yang sama, penggunaan batu bara juga dikurangi bertahap. Di rentang 2030 hingga 2040 bauran energinya akan ditekan menjadi hanya 40,7-41,6%, berlanjut ke 2040-2050 dikurangi kembali menjadi hanya 28,9-31,07%. Di pasal yang sama, penggunaan batu bara juga dikurangi bertahap. Di rentang 2030 hingga 2040 bauran energinya akan ditekan menjadi hanya 40,7-41,6%, berlanjut ke 2040-2050 dikurangi kembali menjadi hanya 28,9-31,07%. Kemudian di tahun 2050 hingga 2060 penggunaan batu bara kembali dikurangi hingga menjadi 19,1-20,9%.

Target utamanya dari tahun 2060 dan seterusnya penggunaan batu bara cuma 7,8%-11,9% dari total bauran energi nasional.

Berita Terkait

TENTANG KAMI

About Us

Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.

SELENGKAPNYA