Bakrie & Brothers adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan lingkup kepentingan bisnis yang berfokus pada sektor manufaktur dan infrastruktur.

Sejarah Visi dan Misi Proyek Berjalan Struktur Organisasi & Perusahaan Tata Kelola Perusahaan Kepemimpinan Entitas Kami

Kami memiliki visi berbisnis, yang mewujudkan pertumbuhan dengan melayani masyarakat dan negeri.

Cerita Organisasi Sosial

Jelajahi berita dan pengumuman terbaru kami yang mencakup inovasi, karyawan kami, keberlanjutan, pemasaran, dan lainnya.

Berita dan Pengumuman

Tinjau data kinerja perusahaan, pelajari tentang strategi bisnis kami, dan prospek masa depan.

Pesan dari CEO Ikhtisar Keuangan Presentasi Perusahaan Laporan Keuangan Laporan Tahunan Struktur Kepemilikan Saham

Ikuti berita terbaru dari Bakrie & Brothers.

GMS Paparan Publik & Aksi Korporasi Korespondensi Dokumen Pendukung

Untuk para pemikir kreatif dan percaya diri yang siap melampaui batasan.

Human Resource Career Opportunities & Inquiries
News Header
BERITA DAN MEDIA

Blog

RI Mau Bangun 100 GW PLTS, Ini Jurus Kantor Bahlil Cegah 'Makan' Lahan

01/07/2026
RI Mau Bangun 100 GW PLTS, Ini Jurus Kantor Bahlil Cegah 'Makan' Lahan

Sumber: Cnbcindonesia.com | 30 Juni 2026

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan berbagai strategi agar rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Giga Watt (GW) tidak membebani kebutuhan lahan. Salah satu upaya yang ditempuh yakni memanfaatkan bendungan, lahan bekas tambang, hingga atap bangunan sebagai lokasi pembangunan PLTS.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi membeberkan pemerintah saat ini tengah mengidentifikasi berbagai lokasi potensial untuk mendukung target pembangunan PLTS skala besar tersebut.

"Nah, konsep energi baru terbarukan ini menjangkau semuanya. Kalau kita bicara 100 Giga Watt, ini kayak membangun pembangkit yang selama ini sudah ada, kita itu kapasitas pembangkitnya sekarang kan 107 Giga Watt. Ini digelontorkan lagi 100 giga seperti membangun sesuatu yang besar sekali," kata Eniya dalam acara Energy Forum CNBC Indonesia, Jakarta dikutip Senin (29/6/2026).

Adapun, guna mengurangi kebutuhan lahan baru, Kementerian ESDM bakal menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam memanfaatkan bendungan dan permukaan waduk sebagai lokasi pembangunan PLTS terapung.

Selain itu, pihaknya juga membuka peluang pemanfaatan lahan pascatambang, serta pemasangan PLTS di atap gedung, kawasan industri, gudang (warehouse), dan bangunan komersial. "Nah, ini upaya untuk peningkatan energi baru terbarukan cukup masif dan kita ingin mendorong investasi untuk masuk ke Indonesia tentunya. Dibutuhkan sekitar 1.600 triliunan untuk membangun energi baru terbarukan yang kita rencanakan sampai dengan 10 tahun ke depan," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan ketersediaan lahan menjadi salah satu faktor krusial dalam percepatan realisasi program PLTS 100 GW. Sehingga, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk mengidentifikasi lokasi yang dapat digunakan. "Jadi ketersediaan lahan berdasarkan identifikasi yang kita lakukan bersama antara kementerian SDM dengan kementerian ATR BPN di Pulau Jawa sudah tersedia sekitar 24.000 hektare," kata Yuliot di Kementerian ESDM, dikutip Jumat (5/6/2026).

Ia menilai, lahan tersebut akan diverifikasi lebih lanjut bersama ATR/BPN dan PT PLN (Persero) untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan transmisi dan gardu induk yang akan menghubungkan pembangkit dengan sistem kelistrikan nasional.

Menurut Yuliot, pemerintah juga tengah menyiapkan landasan regulasi guna mempercepat implementasi proyek PLTS 100 GW. Setidaknya pihaknya sedang merampungkan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) yang secara khusus mengatur percepatan pembangunan pembangkit surya tersebut.

"Kementerian ESDM lagi menyelesaikan rancangan peraturan presiden untuk percepatan pembangunan PLTS 100 GW. Jadi itu yang kita lakukan. Untuk perancangan peraturan presidennya, ini kita juga disamping izin prakarsa paralel kita juga lagi melakukan pembahasan antar kementerian lembaga, sehingga dasar regulasinya itu bisa dilakukan itu percepatan untuk listrik 100 GW dari PLTS ini," kata Yuliot.

Berita Terkait

TENTANG KAMI

About Us

Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.

SELENGKAPNYA