Bakrie & Brothers adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan lingkup kepentingan bisnis yang berfokus pada sektor manufaktur dan infrastruktur.

Sejarah Visi dan Misi Proyek Berjalan Struktur Organisasi & Perusahaan Tata Kelola Perusahaan Kepemimpinan Entitas Kami

Kami memiliki visi berbisnis, yang mewujudkan pertumbuhan dengan melayani masyarakat dan negeri.

Cerita Organisasi Sosial

Jelajahi berita dan pengumuman terbaru kami yang mencakup inovasi, karyawan kami, keberlanjutan, pemasaran, dan lainnya.

Berita dan Pengumuman

Tinjau data kinerja perusahaan, pelajari tentang strategi bisnis kami, dan prospek masa depan.

Pesan dari CEO Ikhtisar Keuangan Presentasi Perusahaan Laporan Keuangan Laporan Tahunan Struktur Kepemilikan Saham

Ikuti berita terbaru dari Bakrie & Brothers.

GMS Paparan Publik & Aksi Korporasi Korespondensi Dokumen Pendukung

Untuk para pemikir kreatif dan percaya diri yang siap melampaui batasan.

Human Resource Career Opportunities & Inquiries
News Header
BERITA DAN MEDIA

Blog

Pengusaha Teriak RI Dibanjiri Baja Impor Vietnam dan China

25/07/2025
Pengusaha Teriak RI Dibanjiri Baja Impor Vietnam dan China

Sumber : Detik.com | 25 Juli 2025

Pengusaha baja khawatir seiring meningkatnya produk impor ke pasar domestik karena mengancam keberlangsungan industri baja nasional. Mengingat, industri ini telah menjadi tulang punggung bagi pembangunan infrastruktur nasional.

Ketua Umum Indonesian Society of Steel Construction (ISSC), Budi Harta Winata mengatakan peredaran baja konstruksi impor yang membanjiri pasar domestik tidak hanya yang legal, melainkan juga ilegal. Ia menyebut, produk ini seringkali tidak jelas asal usulnya dan tidak sesuai standar.

"The increasing flow of imported construction steel, both legal and those of unclear origin and standards, must be a serious concern," Budi said in a written statement on Friday (July 25, 2025).

Budi mengungkap, produk baja impor berasal dari Vietnam dan China dan sering dijual dengan harga yang lebih kompetitif. Kondisi ini membuat produsen lokal kesulitan bersaing.

"The influx of imported steel, especially from Vietnam and China, is certainly putting further pressure on local construction steel producers, both in terms of price and technical competition in the field," Budi continued.

Menurutnya, kondisi saat ini harus menjadi peringatan keras bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis. Ia menilai, industri baja domestik akan senasib dengan tekstil yang goyang akibat gempuran produk impor tanpa kontrol.

Di sisi lain, masuknya baja dalam bentuk struktur utuh seperti prefabricated engineered building (PEB) maupun komponen terpisah sering tidak disertai dokumen legal dan standar mutu. Menurutnya, peredaran baja seperti ini tidak hanya merugikan pelaku usaha lokal, tetapi juga berisiko mengabaikan aspek keselamatan konstruksi.

"That's why we at ISSC are very concerned. We're all currently experiencing a job crisis. Many steel construction products are being imported directly into the country," said Budi.

Standar Baja

Ia mempertanyakan desain maupun material dari baja impor tersebut telah sesuai dengan regulasi nasional, khususnya dalam hal penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Transparansi menjadi penting agar tidak ada ruang abu-abu dalam urusan yang menyangkut keselamatan publik.

Kondisi ini ia sebut akibat lemahnya pengawasan di lapangan terhadap dokumen dan spesifikasi teknis dari produk baja yang masuk ke proyek-proyek nasional. Budi mengingatkan bahwa banyak baja impor belum tentu memenuhi ketentuan SNI maupun sistem pembuktian mutu yang ketat.

"This is because not all imported steel meets SNI standards or strict quality assurance systems," he said.

Meski begitu, Budi tak menolak impor selama dilakukan secara transparan, adil, dan mematuhi regulasi yang berlaku. Ia juga menghendaki kompetisi sehat hanya bisa tercipta jika semua produk tunduk pada standar mutu dan legalitas yang sama.

Oleh karena itu, ISSC mendorong pemerintah untuk segera mengevaluasi kebijakan impor baja dan memperkuat sistem sertifikasi mutu serta pengawasan teknis. Langkah ini menurutnya penting untuk memastikan keberlangsungan industri baja sebagai bagian integral dari pembangunan nasional.

"The ISSC is urging the government to take concrete steps, starting from evaluating import regulations, strengthening steel quality certification, and implementing technical supervision in the field," he said.

Budi added that supporting the domestic industry must be part of a broader development strategy, especially amidst the government's rapid infrastructure projects. He warned that without policies that protect domestic producers, Indonesia risks losing its own industrial capabilities.

As an association, the ISSC expressed its readiness to fully support government policies that favor the local steel industry. He said close collaboration between the government, associations, and industry players is crucial for building not only physical infrastructure but also a solid foundation for the national industry. "We must not become mere markets for other countries' products, while our factories go bankrupt," he concluded.

Berita Terkait

TENTANG KAMI

About Us

Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.

SELENGKAPNYA