Blog
Indonesia Tegaskan Komitmen Menuju Net Zero Emission pada 2060
Sumber : Kontan.co.id | 26 Mei 2024
Minister of Energy and Mineral Resources (ESDM) Arifin Tasrif reiterated Indonesia's commitment to reducing Green House Gas (GHG) emissions in the Nikkei Forum Future of Asia Agenda.
Arifin mengatakan, Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi GRK dan mencapai Net Zero Emission (NZE) berdasarkan kondisi dan kemampuan nasional pada tahun 2060 atau 2070-an.
"Indonesia has issued Enhanced National Determined Contribution (ENDC) which will further reduce emissions in the energy sector," said Arifin, quoted from a press release, Sunday (26/5).
Selain ENDC, Kementerian ESDM telah membangun Peta Jalan NZE sektor energi untuk mencapai target pengurangan emisi dan mengimplementasikan transisi energi bersih.
"This Roadmap consists of developing renewable energy, carbon reduction programs, early retirement of Steam Power Plants (PLTU), electrification, energy efficiency, as well as CCS/CCUS," he explained.
Dalam mencapai target NZE dan implementasi Peta Jalan, Arifin mengakui bahwa pihaknya masih menemui berbagai tantangan. Arifin mengatakan, Indonesia memiliki berbagai sumber energi, baik yang berbasis hidrokarbon maupun energi terbarukan yang bersih.
"Indonesia is blessed with hydrocarbon-based energy such as oil, natural gas and coal, and renewable energy, namely hydro, geothermal, solar, wind and bioenergy. But the question now is how to use it," said Arifin.
Arifin kemudian menjelaskan, bahwa sudah terdapat beberapa program yang dilaksanakan, seperti pembangunan infrastruktur interkoneksi ketenagalistrikan, infrastruktur gas bumi, eksplorasi gas alam secara masif, program phase down PLTU, PLTS Atap dan Terapung, pengembangan PLTP dan PLTA, ekosistem kendaraan listrik, dan pilot project CCS/CCUS yang ditargetkan beroperasi pada 2030.
Terkait upaya pembiayaan, sudah terdapat beberapa inisiatif, yakni JETP, AZEC, dan IPEP yang saat ini sedang berlangsung. Namun demikian, Arifin menambahkan, masih diperlukan dukungan finansial lebih jauh untuk mempercepat pencapaian NZE.
"Apart from that, technological development on an industrial scale needs to be accelerated and made easier to maximize the use of renewable energy. Indonesia is expanding its downstream mineral processing industry to build an ecosystem and supply chain that supports the energy transition, as well as creating new jobs," he added.
Indonesia juga mendorong hilirisasi komoditas tambang mineral yang mendukung pengembangan ekosistem energi baru dan terbarukan.
"In the mineral mining sector, we support the downstreaming of mineral commodities which can support the development of the EBT ecosystem and the energy transition," he said.
Selain itu, transisi ke kendaraan listrik dipandang sebagai strategi utama untuk melakukan dekarbonisasi transportasi jalan raya, yang menawarkan manfaat ganda yaitu mengurangi emisi sekaligus mendukung dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.
"The transportation sector will be the target of reducing emissions, especially with the increasing use of transportation. We no longer want to increase emissions in our atmosphere," he stressed. At the end of the session, Arifin said that the clean energy transition program must have a positive impact on society.
Berita Terkait
Roadmap Kendaraan Listrik sampai 2060, ICE Bakal Tersingkir
October 29, 2026
Tak Hanya Pembangkit, Transisi Energi juga Butuh Jaringan dan Penyimpanan Daya
October 28, 2026
RUU Migas Bergulir, SKK Migas Dorong Pembenahan Tata Kelola
October 21, 2026
Adopsi Truk Listrik, RI Disarankan Pakai Teknologi Tukar Baterai
October 14, 2026TENTANG KAMI
Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.
SELENGKAPNYA