Bakrie & Brothers adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan lingkup kepentingan bisnis yang berfokus pada sektor manufaktur dan infrastruktur.

Sejarah Visi dan Misi Proyek Berjalan Struktur Organisasi & Perusahaan Tata Kelola Perusahaan Kepemimpinan Entitas Kami

Kami memiliki visi berbisnis, yang mewujudkan pertumbuhan dengan melayani masyarakat dan negeri.

Cerita Organisasi Sosial

Jelajahi berita dan pengumuman terbaru kami yang mencakup inovasi, karyawan kami, keberlanjutan, pemasaran, dan lainnya.

Berita dan Pengumuman

Tinjau data kinerja perusahaan, pelajari tentang strategi bisnis kami, dan prospek masa depan.

Pesan dari CEO Ikhtisar Keuangan Presentasi Perusahaan Laporan Keuangan Laporan Tahunan Struktur Kepemilikan Saham

Ikuti berita terbaru dari Bakrie & Brothers.

GMS Paparan Publik & Aksi Korporasi Korespondensi Dokumen Pendukung

Untuk para pemikir kreatif dan percaya diri yang siap melampaui batasan.

Human Resource Career Opportunities & Inquiries
News Header
BERITA DAN MEDIA

Blog

IESR nilai RI berpeluang jadi pemimpin energi terbarukan di ASEAN

24/02/2026
IESR nilai RI berpeluang jadi pemimpin energi terbarukan di ASEAN

Sumber : Antara.com | 23 Februari 2026

Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai Indonesia berpeluang untuk bertransformasi dari negara dengan ketergantungan pada energi fosil menjadi pemimpin energi terbarukan di kawasan negara-negara Asia Tenggara.

Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa di Jakarta, Senin, mengatakan hal ini dikarenakan Indonesia mempunyai potensi teknis energi surya mencapai sekitar 7,7 terawatt (TW) untuk memberikan energi listrik yang andal dan kompetitif mendukung pertumbuhan ekonomi hijau dan elektrifikasi yang berkualitas.

"This transformation requires transparent governance, a clear roadmap, competitive procurement, independent oversight, and strengthened institutional capacity," said Fabby.

In the study "The Solar Archipelago: Indonesia's 100 GW Leap to Energy Sovereignty" by IESR and the Coordinating Ministry for Economic Affairs, several important steps are highlighted to achieve this transformation.

Salah satunya adalah melalui inisiatif pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) dan sistem penyimpanan energi baterai (BESS).

Selain menggarisbawahi kebutuhan pembiayaan yang diperkirakan mencapai sekitar 70 miliar dolar AS dalam lima tahun, kajian ini juga memaparkan kebutuhan koordinasi lintas kementerian/lembaga, dukungan perbankan dan pembiayaan hijau, serta partisipasi sektor swasta.

Fabby menilai, diperlukan pula penguatan kapasitas tenaga kerja, termasuk kebutuhan tenaga instalasi, operasi dan pemeliharaan (O&M), serta keterlibatan pusat pelatihan di berbagai provinsi untuk penguatan kapasitas. Kepala Pemodelan dan Analisis Sistem Energi IESR Alvin Putra Sisdwinugraha mengatakan, dalam tahap pertama, teridentifikasi 26 GW PLTS terdesentralisasi yang dipadukan dengan BESS yang berasal dari program pemerintah.

Berita Terkait

TENTANG KAMI

About Us

Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.

SELENGKAPNYA