Blog
Diserbu Produk Impor, Pemerintah Diminta Lindungi Industri Baja Lokal
Sumber : Liputan6.com | 08 Oktober 2024
Pemerintah diharapkan melindungi industri baja dalam negeri yang kini tersaingin dengan banjir baja impor dari China. Perlindungan agar industri baja lokal tidak bernasib seperti industri tekstil.
Pemerintah diharapkan melindungi industri baja dalam negeri yang kini tersaingin dengan banjir baja impor dari China. Perlindungan agar industri baja lokal tidak bernasib seperti industri tekstil.
"Don't let our steel industry end up suffering the same fate as the textile industry today. Where it is indeed very difficult to produce, because it has been hit by a fairly large import onslaught," said Head of the Center for Industry, Trade and Investment at Indef Andry Satrio Nugroho as reported by Antara, in Jakarta, Tuesday (8/10/2024).
He revealed that the condition of China's domestic steel industry is declining due to the impact of the collapse in domestic demand. This condition opens up opportunities for the country to expand exports to various countries, including Indonesia at very cheap prices (dumping).
"Because of oversupply, of course they will direct or export their production abroad. "One of the markets that is quite potential to be penetrated is Indonesia," he explained.
Oleh karena itu, menurut dia, perlindungan pemerintah terhadap baja dalam negeri sangat dibutuhkan, kalau tidak, industri baja di negeri ini bisa gulung tikar akibat gempuran baja impor
Negara-negara lain, katanya pula, sudah mengambil langkah-langkah protektif untuk melindungi industri baja dalam negeri seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Kanada yang telah menerapkan Bea Masuk Antidumping (BMAD) dan tarif tinggi terhadap produk baja China.
"There are many trade remedies instruments provided in various countries. Meanwhile, Indonesia still has very little protection," he said again.
Menurut dia, Pemerintah Indonesia perlu melakukan hal yang sama, seperti dalam bentuk safeguard atau dalam bentuk pengenaan Bea Masuk Antidumping (BMAD).
"And also, we can push for other certifications," said Andry via telephone.
Andry mengingatkan, jika banjir baja impor dibiarkan, tidak hanya membuat industri baja dalam negeri gulung tikar sekaligus ancaman PHK massal, namun sektor usaha lain juga akan terimbas seperti para distributor baja serta industri lain yang terkait.
Perlindungan pemerintah terhadap industri baja, katanya lagi, akan berdampak positif pada iklim investasi. Jika industri bisa tumbuh diharapkan pertumbuhan ekonomi ke depan juga bisa meningkat.
"With domestic market protection, production utilization can increase. This can provide enthusiasm for investors to enter. Investors will feel that in addition to the domestic market being quite large, the competition is also quite good. So that's what we expect from the new government," he said.
Presiden Direktur PT Gunung Raja Paksi (GRP) Fedaus menambahkan, industri baja tanah air berharap perlindungan dari pemerintah, apalagi industri ini merupakan tulang punggung pembangunan.
"The government must be really serious about protecting it with several implementations of trade remidies," he said.
Dia menilai proses sunset review/perpanjangan untuk antidumping sangat lama, sehingga dikhawatirkan industri baja akan mengalami kehancuran sama seperti industri tekstil.
Berita Terkait
Tak Hanya Pembangkit, Transisi Energi juga Butuh Jaringan dan Penyimpanan Daya
October 28, 2026
RUU Migas Bergulir, SKK Migas Dorong Pembenahan Tata Kelola
October 21, 2026
Adopsi Truk Listrik, RI Disarankan Pakai Teknologi Tukar Baterai
October 14, 2026
Jalan Terjal RI Kejar Bauran EBT Demi Visi Ekonomi Hijau
October 01, 2026TENTANG KAMI
Perjalanan Perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan dalam lebih dari 75 tahun telah terlibat dalam bisnis investasi/divestasi, mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Perusahaan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.
SELENGKAPNYA