Blog

Pengumuman

Investasi Properti Komersial Bertahan di Tengah Lesunya Pasar Hunian

Commercial Property Investment Remains Strong Amidst a Sluggish Housing Market

Sumber : Bisnis.com | 12 Januari 2025

Investasi di pusat bisnis, ruko, industri, pergudangan, ruko, dan pusat belanja di Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh di tengah perlambatan pasar properti perumahan.

Farazia Basarah, Country Head Jones Lang La Salle atau JLL Indonesia memaparkan data JLL mencatat bahwa investasi real estat komersial (commercial real estate/CRE) di Asia Pasifik naik 15% secara tahunan (YoY) pada Semester I/2025 menjadi US$ 31,2 miliar, atau sekitar Rp517 triliun.

Berdasarkan data tersebut, Indonesia dinilai masih menjadi salah satu destinasi investasi utama di Asia Tenggara, terutama di sektor manufaktur dan industri.

"Pasar real estat komersial Indonesia tetap menarik minat investasi, khususnya di sektor manufaktur dan industri," ujarnya dalam riset, dikutip Minggu (11/1/2026).

Selain itu, konsultan real estat dan manajemen investasi tersebut mencatat kendati investasi properti masih bertumbuh positif, tetapi investor kini lebih berhati-hati dan selektif.

Alhasil, kendati pasar perumahan melambat, tetapi investasi di pusat bisnis, ruko, industri, pergudangan, ruko, dan pusat belanja tetap tumbuh.

Executive Director JLL Indonesia Vivin Harsanto menjelaskan dalam kondisi pasar yang wait and see saat ini, segmen menengah ke atas menunjukkan ketahanan dengan aktivitas transaksi di segmen properti komersial.

Dia melanjutkan kota-kota mandiri memperluas komponen komersial dengan membangun ruko, pusat bisnis, area makanan dan minuman, dan fasilitas hiburan.

Hal ini dikarenakan pengembangan area komersial dengan produk menyasar segmen menengah atas masih diminati investor properti.

Senada, Direktur Paramount Land Chrissandy Dave mengatakan pertumbuhan bisnis-bisnis baru setiap bulan, serta penjualan area komersial baru terserap pasar dengan baik.

Data dari akun media sosial kawasan Gading Serpong Update mencatat bahwa selama tahun 2025 total ada lebih dari 1.464 bisnis yang baru dibuka.

Selain itu penjualan berbagai area komersial unggulan, di antaranya Grand Boulevard Aniva Studio Loft, Maggiore Fresh Market, hingga Maggiore Signature East menunjukkan tren positif.

"Performa positif tersebut tercermin dari tingkat okupansi yang solid dan minat investor yang konsisten," katanya.

Melihat kondisi tersebut, strategi pengembang kota mandiri yang mapan ke depannya adalah memilih kategori bisnis yang menjadi magnet bagi pengunjung, pebisnis, hingga investor.

"Untuk menjawab kebutuhan pasar, kami juga segera meluncurkan area komersial dengan konsep baru," imbuhnya.

Presiden Direktur Paramount Enterprise M Nawawi mengakui dalam kondisi ekonomi yang menantang saat ini, masyarakat lebih selektif dalam memilih produk properti komersial yang tepat untuk berbisnis ataupun berinvestasi.

Nawawi menilai, investor membelanjakan uangnya lebih berhati-hati dan mengambil keputusan investasi pada produk yang dinilai tepat.

TENTANG KAMI

Bakrie & Brothers history bg

Perjalanan perusahaan dimulai dengan kisah bisnis perdagangan kecil yang berkembang, dan selama lebih dari 75 tahun berkecimpung di bisnis investasi / divestasi, telah mencapai berbagai prestasi dan mengantarkan Bakrie menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.