Sejarah

Prestasi untuk Negeri

PT Bakrie & Brothers Tbk ("BNBR" atau "Bakrie & Brothers" atau "Perseroan" atau "Perusahaan) didirikan pada tahun 1942 oleh H. Achmad Bakrie (1914-1997).

Perjalanan Perseroan diawali dengan kisah usaha niaga sederhana yang kemudian berkembang, dan setelah terus tumbuh selama lebih dari 75 tahun, kini bergerak di bidang usaha investasi dan/atau divestasi; mengukir berbagai prestasi dan mengantarkan Perseroan menjadi salah satu korporasi terkemuka di Indonesia.

Perseroan mencatatkan diri di Bursa Efek Jakarta (sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia) pada tahun 1989. Pendekatan portofolio investasi BNBR adalah pada penguasaan bisnis potensial, mengembangkan sinergi usaha jangka panjang, serta merancang dan mengimplementasikan strategi penciptaan nilai.

Di era baru ini, aktivitas usaha BNBR telah berkembang meliputi bidang perdagangan umum, jasa konstruksi, agribisnis, pertambangan batubara, minyak & gas bumi serta telekomunikasi; sambil tetap mengembangkan bidang manufaktur yang telah dimulai sejak tahun 50-an seperti pipa baja, bahan bangunan dan komponen otomotif. Perseroan juga turut berpartisipasi dalam usaha pembangunan infrastruktur strategis di sektor energi dan transportasi. Diversifikasi usaha ini telah membuka peluang bagi Perseroan untuk turut berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Pada tahun 2014, melalui anak usaha dan perusahaan afiliasi, Perseroan telah menetapkan strategi dan fokus bisnis pada industri manufaktur, pembangunan infrastruktur dan portofolio investasi sebagai pilar utama usaha. Strategi ini merupakan langkah tepat untuk memperkuat usaha serta memperoleh pendapatan secara berkesinambungan, sekaligus merespon peluang yang terbuka luas dan sejalan dengan rencana pembangunan nasional yang berfokus kepada pengembangan infrastruktur.

BNBR berdiri dengan landasan yang kokoh dan mulia, berkembang membentuk basis investasi yang kuat dan menciptakan nilai berkelanjutan sebagai salah satu korporasi terkemuka di Indonesia. BNBR bercita-cita untuk terus menjadi entitas usaha yang senantiasa dapat mendukung karyawan bersama masyarakat luas, memberikan nilai lebih bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan, dan berperan serta secara aktif dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Perdagangan Umum (1942-1960)
Bakrie & Brothers didirikan pada tahun 1942 sebagai perusahaan perdagangan umum, oleh almarhum H. Achmad Bakrie sebagai usaha dagang umum dan agen komisi.
Pelopor Industri Pipa Baja (1960-1990)
Dalam periode ini, Bakrie & Brothers memasuki bisnis manufaktur dengan mendirikan fasilitas manufaktur baja yang meliputi pengerjaan struktur baja, pengerjaan logam, dan mengerjakan berbagai proyek pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia sehingga menyematkan status pelopor Industri Manufaktur Pipa Baja di Indonesia. Dengan berbagai pencapaian dan keberhasilan dalam Industri Manufaktur Pipa Baja, pada tahun 1989, Bakrie & Brothers resmi menjadi perusahaan publik setelah menjalani proses Penawaran Umum Perdana (IPO) dengan sukses.
Ekspansi Strategis(1990-2005)
Dengan keberhasilan kami di bidang industri manufaktur, kami memperluas lini bisnis kami ke sektor pertanian, energi dan properti dengan mengakuisisi PT Bakrie Sumatera Plantation (bidang perkebunan) , PT Arutmin (bidang pertambangan), PT Kaltim Prima Coal (bidang pertambangan), dan PT Bumi Resource (bidang pertambangan). Pada periode ini, kami menjadi saksi berdirinya PT Bakrieland Development (bidang properti) dan PT Energi Mega Persada (bidang migas).
Restrukturisasi (2005-2015)
Dalam periode ini, Bakrie & Brothers menjalani reorganisasi struktural dan restrukturisasi keuangan kepada kreditor melalui penerbitan non-preemptive rights. Bakrie Group menandatangani Sales and Purchase Agreement (SPA) dengan Vallar, UK senilai US$ 844 juta dan menjalin kemitraan strategis dengan PT Borneo Lumbung Energi & Metal untuk mengurangi utang sebesar US$ 1 miliar. Terlepas dari proses restrukturisasi, inovasi dan kontribusi korporasi untuk Indonesia terus berlanjut. Bakrie & Brothers terus berkontribusi melalui proyek infrastruktur penting termasuk proyek pengembangan jaringan pipa gas Kalimantan Jawa, proyek pembangunan pembangkit listrik Tanjung Jati A, dan proyek pembangunan jalan tol JORR Cimanggis Cibitung.
Bisnis Terintegrasi (2015-Sekarang)
Pada tahun 2017, perusahaan merayakan hari jadinya yang ke-75. Selama bertahun-tahun, kami tumbuh seiringan dengan perkembangan Indonesia melalui integrasi manufaktur baja, pertambangan, energi, perkebunan, infrastruktur, properti, dan media & teknologi. Memahami pentingnya perubahan iklim, Bakrie & Brothers kini memfokuskan diri untuk lebih terlibat dalam upaya berkelanjutan. Perjalanan ini kami awali dengan penandatanganan MoU dengan BYD Auto China untuk pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Seperti yang kami lakukan 60 tahun yang lalu dengan industri manufaktur, kami sekarang memiliki impian untuk menjadi pelopor Industri Kendaraan Listrik di Indonesia. Melihat ke belakang dalam panjang 78 tahun kami, Bakrie & Brothers berhasil beradaptasi dengan perubahan dunia dan ketidakpastian berkala. Saat ini, kami bertekad untuk terus bekerja dengan semua pemangku kepentingan dan terus berkontribusi bagi bangsa besar kita, Indonesia.