IESR nilai RI berpeluang jadi pemimpin energi terbarukan di ASEAN
Sumber : Antara.com | 23 Februari 2026
Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai Indonesia berpeluang untuk bertransformasi dari negara dengan ketergantungan pada energi fosil menjadi pemimpin energi terbarukan di kawasan negara-negara Asia Tenggara.
Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa di Jakarta, Senin, mengatakan hal ini dikarenakan Indonesia mempunyai potensi teknis energi surya mencapai sekitar 7,7 terawatt (TW) untuk memberikan energi listrik yang andal dan kompetitif mendukung pertumbuhan ekonomi hijau dan elektrifikasi yang berkualitas.
“Transformasi ini memerlukan tata kelola yang transparan, peta jalan yang jelas, pengadaan yang kompetitif, pengawasan independen, dan penguatan kapasitas institusional,” kata Fabby.
Dalam kajian “The Solar Archipelago: Indonesia's 100 GW Leap to Energy Sovereignty” oleh IESR dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, terdapat beberapa langkah penting yang menjadi sorotan agar upaya transformasi tersebut bisa tercapai.
Salah satunya adalah melalui inisiatif pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) dan sistem penyimpanan energi baterai (BESS).
Selain menggarisbawahi kebutuhan pembiayaan yang diperkirakan mencapai sekitar 70 miliar dolar AS dalam lima tahun, kajian ini juga memaparkan kebutuhan koordinasi lintas kementerian/lembaga, dukungan perbankan dan pembiayaan hijau, serta partisipasi sektor swasta.
Fabby menilai, diperlukan pula penguatan kapasitas tenaga kerja, termasuk kebutuhan tenaga instalasi, operasi dan pemeliharaan (O&M), serta keterlibatan pusat pelatihan di berbagai provinsi untuk penguatan kapasitas. Kepala Pemodelan dan Analisis Sistem Energi IESR Alvin Putra Sisdwinugraha mengatakan, dalam tahap pertama, teridentifikasi 26 GW PLTS terdesentralisasi yang dipadukan dengan BESS yang berasal dari program pemerintah.







