image

Siaran Pers

BNBR Garap Proyek Wellhead Platform Blok Madura Strait Senilai US$107 Juta

Sumber: Humas BNBR | 09 Aug 2016

news

BNBR atau Perseroan melalui unit usahanya, PT Bakrie Construction (BCons), Selasa (9/8) resmi memulai pengerjaan fisik pemotongan pertama konstruksi proyek pembangunan dua ‘kaki jaket’ wellhead platform senilai US$107 juta. Fabrikasinya dilakukan di unit produksi milik PT Bakrie Construction di kawasan Sumuranja, Banten. Ini merupakan bagian dari fasilitas pendukung pengeboran atau eksplorasi gas bumi milik Husky-CNOOC Madura Ltd (HCML) di Blok Madura Straits.

Direktur Utama BNBR Bobby Gafur Umar mengatakan, proyek pembangunan dua unit wellhead platform ini dikerjakan konsorsium PT Bakrie Construction dengan PT Timas Suplindo, sebuah perusahaan kontraktor struktur bangunan dan komponen baja. “BNBR fokus dalam pengerjaan EPC (Engineering, Procurement, Construction) untuk dua konstruksi bangunan wellhead platform MDA dan MBH; selain menyiapkan 20 jaringan pipa gas yang menyambungkan dari wellhead platform MDA dan MBH yang berjarak 28,1 kilometer dan 14 jaringan pipa gas yang nantinya disambungkan ke floating production unit (FPU) milik HCML. Total nilai proyeknya US$107 juta,” kata Bobby kepada wartawan, usai acara pemotongan pertama (first cutting) pipa baja yang menandakan dimulainya proyek tersebut, di Sumuranja, Banten, Selasa.

Sementara, PT Timas Suplindo bertugas melakukan pengerjaan pengangkutan dan pengiriman serta instalasi wellhead platform ke fasilitas FPU Gas di anjungan lepas pantai selat Madura yang berlokasi 200 kilometer sebelah timur Surabaya.

Pekerjaan fisik wellhead platform sampai dengan instalasi di offshore tersebut, menurut Bobby, ditargetkan selesai pada awal Januari 2018. “Hari ini, kita melakukan first cutting atau pemotongan pertama ‘kaki jaket’ wellhead plaftform,” kata Bobby. Acara tersebut dihadiri perwakilan dari Ditjen Migas Kementerian ESDM, perwakilan SKK Migas, Jajaran Direksi HCML, Jajaran Direksi BNBR serta Jajaran Direksi PT Timas Suplindo dan PT Bakrie Construction. Bobby berharap, proyek ini bisa selesai sesuai waktu yang ditetapkan dalam kontrak. “Ini bukti, di tengah lesunya sektor migas, bisnis manufaktur BNBR masih bergerak,” lanjut Bobby menambahkan.

Sebagai informasi, Husky-CNOOC Madura Ltd (HCML), berencana membangun fasilitas pengolahan (FPU) gas berkapasitas 175 mmscfd di selat Madura. Fasilitas pengolahan tersebut berlokasi di anjungan lepas pantai sekitar 200 kilometer timur kota Surabaya atau 75 kilometer sebelah Tenggara pulau Madura. Di masa mendatang, gas yang sudah diolah tersebut akan dijual untuk memenuhi kebutuhan pembeli gas di Pulau Jawa.

Untuk mendukung pengoperasian fasilitas tersebut, HCML membutuhkan dua wellhead platform, 20 jaringan pipa gas yang menghubungkan wellhead platform MDA ke MBH (berjarak 28,1 kilometer), fasilitas FPU berupa converter tanker/vessel, serta 14 jaringan pipa gas yang menghubungkan FPU ke MBH yang berlokasi di East Java Gas Pipeline (EJGP).

PT Bakrie Construction sendiri merupakan unit usaha PT Bakrie & Brothers Tbk yang telah memiliki pengalaman luas dalam fabrikasi dan proyek EPC sektor migas. Tujuh puluh persen proyek BCons berasal dari proyek EPC migas, dan produk fabrikasi BCons juga sudah di ekspor ke sejumlah negara, antara lain Srilanka, Singapura dan Australia. Belum lama ini, Bcons menyelesaikan proyek mooring tower atau menara tambat (konstruksi besi-baja yang terdiri dari pile, jacket, topside dan yoke) untuk konstruksi EPC-3 Proyek Banyu Urip pesanan Mobile Cepu Ltd.

Informasi lebih lanjut, hubungi:

Bayu Nimpuno

Head of Corporate Communications

Email : bayu.nimpuno@bakrie.co.id