image

Siaran Pers

BNBR Raih Laba Rp 665 Miliar

Sumber: Humas BNBR | 28 Apr 2014

news

Bisnis PT Bakrie & Brothers Tbk (“BNBR” atau “Perseroan”) ke depan akan lebih fokus pada perkuatan bidang usaha berbasis manufaktur dan pengembangan infrastruktur. Kedua bidang usaha tersebut dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan kontribusi besar bagi kinerja Perseroan dan diharapkan semakin besar di masa mendatang.

Sepanjang kuartal pertama tahun 2014 ini saja, kedua bidang usaha yang dijalankan oleh unit-unit usaha non-listed BNBR tersebut, menyumbang 82 persen dari seluruh pendapatan Perseroan senilai Rp2,5 triliun, dan 72 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan senilai Rp665 miliar. Sepanjang kuartal pertama 2014 ini, Perseroan sukses meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp665 miliar dan pendapatan (revenue) sebesar Rp2,5 triliun, masing-masing meningkat 15.267 persen dan 291 persen dibanding periode yang sama tahun 2013 lalu.

“Kelihatannya memang demikian. Dengan kondisi ekonomi global saat ini yg mana harga komoditi masih cenderung stagnan, kita akan lebih fokus ke market lokal dan regional, yang mana bisnis di bidang usaha manufaktur dan infrastruktur sangat menjanjikan, dan juga karena fundamental bisnis BNBR memang terbukti kuat di sana,” kata Bobby Gafur Umar, Direktur Utama BNBR di Jakarta, Senin (28/4).

Untuk diketahui, rekam jejak BNBR di industri manufaktur sangatlah panjang, dimulai dengan industri pipa baja di tahun 1959, saat ini divisi industri manufaktur terus berkembang menjadi PT Bakrie Building Industries (BBI) yang memproduksi aneka bahan bangunan untuk kebutuhan usaha properti dan konstruksi, PT Bakrie Autoparts (dahulu bernama PT Bakrie Tosanjaya) yang memproduksi komponen otomotif, serta PT Bakrie Metal Industries (BMI) yang meliputi PT Bakrie Pipe Industries (BPI) yang memproduksi pipa berbahan baku besi dan baja. Selain pipa baja, BMI juga menangani bisnis konstruksi baja dan fabrikasi di bawah unit PT Bakrie Construction (BCons). Semuanya adalah unit usaha BNBR non listed.

Di bidang infrastruktur, unit usaha Perseroan yakni PT Bakrie Oil & Gas Infrastucture telah mulai membangun jaringan pipa tahap pertama, di jalur sumur gas Kepodang ke Tambak Lorok di Jawa Tengah. Selain itu, BNBR melalui unit usahanya PT Bakrie Toll Indonesia juga sudah memulai tahapan pembebasan lahan sebagai langkah awal pembangunan jalan tol ruas Cimanggis-Cibitung.

Selain itu, masih ada PT Bakrie Power yang menangani pembangunan infrastruktur energi dengan proyek PLTU Tanjung Jati A. Bobby optimis, di masa mendatang semua unit usaha Perseroan tersebut akan menampilkan kinerja yang semakin baik, karena prospek bisnis masing-masing sangat bagus. Ia memberi contoh, prospek usaha PT Bakrie Autoparts yang sangat “menantang” dengan dukungan pertumbuhan besar industri otomotif dan menyambut kawasan bebas bea Asean di tahun 2015.

“Indonesia sekarang sudah semakin dilirik oleh pelaku manufaktur otomotif dunia. Pabrikan otomotif terkemuka semakin yakin dengan kehandalan Indonesia sebagai basis produksi mereka. Ini memberikan angin segar bagi industri otomotif Indonesia dan tentunya juga industri pendukungnya, termasuk industri komponen otomotif. Peluang pertumbuhan industri ini di Indonesia, sangat menjanjikan. Di Indonesia, tingkat penetrasi industri otomotif sekitar 80 kendaraan per 1.000 orang. Itu jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan di Malaysia yang penetrasinya 330 kendaraan per 1.000 orang. Jadi, peluang PT Bakrie Autoparts sebagai salah satu pelaku utama industri komponen otomotif terbuka lebar,” ujarnya.

Demikian juga BBI yang disebut Bobby sebagai industri yang penuh harapan di masa depan. “Kita bisa lihat bagaimana kemajuan pesat dan pertumbuhan bisnis properti di dalam negeri. Ditambah dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar dan daya beli konsumen yang terus meningkat, perseroan optimistis industri bahan bangunan akan terus melaju,” ujarnya menggambarkan potensi bisnis dan prospek bisnis BBI ke depan.

Di bidang infastruktur jalan raya, Perseroan juga optimis akan masa depan bisnis jalan tol ruas Cimanggis-Cibitung sepanjang 26 kilometer yang digelutinya. Menurut perhitungan, ini akan menjadi ruas jalan tol “paling gemuk” di antara sejumlah ruas tol yang akan segera dibangun di Indonesia. Jalan bebas hambatan ini akan menghubungkan dua ruas tol tersibuk di luar Jakarta yaitu jalan tol Jagorawi dan tol Cikampek. Kami optimis pembangunannya akan segera selesai dan beberapa tahun kemudian menjadi kontributor signifikan bagi revenue perseroan.,” kata Bobby.

Karena itu, manajemen BNBR percaya bahwa bidang usaha manufaktur dan infrastruktur yang kini dijalankan oleh Perseroan, akan tumbuh serta memberikan sumbangan lebih besar di masa mendatang. “Dampaknya bagi kinerja perseroan tentunya kita harapkan juga akan sangat berarti,” katanya.

Kinerja Kuartal 1 2014

Catatan positif kinerja Perseroan dan tentunya juga unit-unit usahanya pada kuartal pertama tahun 2014 ini memang cukup menggembirakan. PT Bakrie Metal Industries (konsolidasi dari BPI dan BCons) untuk periode waktu yang sama telah berhasil meraup pendapatan Rp1,3 triliun, meningkat 277 persen dibandingkan dengan perolehan periode yang sama tahun 2013. Catatan peningkatan perolehan laba bersih perusahaan ini juga positif, mencapai Rp181,5 miliar pada kuartal pertama 2014, meningkat hingga 1.836 persen jika dibandingkan periode waktu yang sama tahun 2013 lalu.

PT Bakrie Autoparts pada kuartal pertama 2014 ini berhasil mencatatkan perolehan revenue sebesar Rp207,6 miliar, meningkat 4% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2013 lalu yang tercatat Rp199,1 miliar. Pada periode waktu tersebut, perusahaan ini juga berhasil meraup laba bersih Rp2,7 miliar. Perusahaan ini akan terus fokus untuk mengembangkan aset yang diakuisisi pada awal tahun 2013, dan meningkatkan kapasitas produksinya.

Sementara BBI pada periode ini berhasil memperoleh revenue Rp147,5 miliar dan laba bersih Rp10,7 miliar yang mencerminkan sekitar 85 persen dari target perolehan laba bersih sepanjang tahun 2014. Perseroan tetap optimis bahwa BBI akan dapat memenuhi target tahun 2014.