{"id":7092,"date":"2025-10-24T10:22:09","date_gmt":"2025-10-24T03:22:09","guid":{"rendered":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/?p=7092"},"modified":"2025-10-24T10:22:09","modified_gmt":"2025-10-24T03:22:09","slug":"prabowo-will-create-a-national-car-for-indonesia-heres-a-list-of-national-cars-that-have-existed","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/announcements\/prabowo-will-create-a-national-car-for-indonesia-heres-a-list-of-national-cars-that-have-existed\/","title":{"rendered":"Prabowo Bakal Bikin Mobil RI, Ini Deretan Mobil Nasional yang Pernah Eksis"},"content":{"rendered":"<p>Sumber : Detik.com | 22 Oktober 2025<\/p>\n\n\n\n<p>Presiden Prabowo Subianto kembali membangun mimpi Indonesia menciptakan mobil buatan dalam negeri. Menurutnya, dalam waktu tiga tahun ke depan Indonesia akan memiliki mobil buatan sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Senin (20\/10\/2025) seperti dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden.<\/p>\n\n\n\n<p>\"Belum merupakan prestasi tapi sudah kita mulai rintis, kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam 3 tahun yang akan datang,\" kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna dikutip kanal Youtube Sekretariat Presiden.<\/p>\n\n\n\n<p>\"Saya sudah alokasi dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang,\" sebut Prabowo.<\/p>\n\n\n\n<p>Bicara mobil lokal Indonesia, sebenarnya sudah banyak mobil nasional yang pernah lahir di Indonesia. Sayangnya, hampir semua mobil nasional tersebut gugur di medan perang industri otomotif Tanah Air. Berdasarkan catatan detikOto, berikut beberapa mobil nasional Indonesia yang pernah eksis.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Maleo<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mulai dikembangkan pada 1993, proyek Maleo dimulai ketika pemerintah harus memiliki mobil nasional yang khas nusantara. Saat itu IPTN ditunjuk untuk mewujudkannya. Bekerja sama dengan Rover, Inggris dan Millard Design Australia IPTN, mobil yang dibidani oleh BJ Habibie ini sukses membuat 11 rancangan mobil sampai tahun 1997. Namun sayangnya, proyek ini terbengkalai saat refermasi tiba.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Beta 97 MPV<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mobil ini adalah proyek yang dibuat pada tahun 1994 oleh Grup Bakrie melalui Bakrie Brothers. Bakrie ketika itu ingin menjadikan Beta 97 MPV sebagai mobil nasional. Untuk itu, Bakrie pun meminta bantuan rumah desain Shado asal Inggris untuk menciptakan desain awal mobil ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada bulan April 1995 desain Beta 97 MPV pun telah selesai dan mulai diperlihatkan ke manajemen Bakrie. Setelah itu, desain tersebut langsung dikembangkan sampai prototipe mobil ini selesai di tahun 1997.<\/p>\n\n\n\n<p>Bakrie juga sudah mulai menyiapkan segala aspek pendukung mobil ini mulai dari perakitannya hingga ke persiapan anggaran produksi untuk memenuhi jadwal peluncuran mobil yang sesungguhnya disiapkan pada bulan Desember 1997. Tapi sayang, krisis ekonomi menenggelamkannya sebelum terbang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Timor<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Timor adalah merek mobil yang dijual Indonesia pada pertengahan tahun 1990 yang merupakan rebadged mobil dari Korea Selatan, Kia Sephia. Timor adalah kepanjangan dari 'Teknologi Industri Mobil Rakyat', dan nama lengkap perusahaannya adalah Timor Putra Nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Mobil ini dimaksudkan sebagai mobil nasional Indonesia, seperti Proton di negara Malaysia. Karenanya, mobil merek Timor dibebaskan dari pajak-pajak yang biasa dikenakan pada mobil-mobil lain yang dijual di Indonesia. Setelah krisis ekonomi Asia yang menyebabkan Kia Motors pada tahun 1997 bangkrut (pada tahun 1998 dibeli oleh Hyundai), dan keruntuhan rezim Soeharto, maka proyek Timor juga ditutup.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bimantara<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sama seperti Timor, Bimantara adalah sebuah proyek mobil nasional yang digalang oleh keluarga Cendana. Bila Timor disokong oleh Tommy, Bimantara dibangun oleh Bambang Trihatmojo. Bedanya, Bimantara menggandeng Hyundai. Tapi karena krisis, Bimantara pun ikut tenggelam.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>MR 90<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mobil ini merupakan proyek nasionalisasi Mazda 323 Hatchback oleh PT Indomobil. Model terakhir dari upaya ini adalah Mazda Van tren pada tahun 1994.\nKalla Motor<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kalla Motor<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kalla Motor pernah menciptakan mobil kecil bermesin 500 cc sebagai calon mobil produksi Indonesia. Tidak dketahui kenapa tidak jadi diproduksi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Texmaco Macan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Macan adalah kendaraan berjenis minibus atau MPV dengan kapasitas mesin 1.800 cc dari PT Texmaco. Dalam mengeluarkan mobil ini, PT Texmaco menggandeng Mercedes-Benz, tercatat satu unit prototype sudah dipamerkan di arena Pekan Raya Jakarta, tapi belum sempat diproduksi masal PT Texmaco bangkrut karena krisis moneter pada 1997-1998.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Gang Car<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Gang Car adalah sebuah mobil mini berkapasitas 2 orang buatan PT DI yang ditenagai mesin 125-200 cc. Mobil ini didesain berukuran cukup kecil sehingga bisa beroperasi di gang-gang sempit di daerah perkotaan (maka dari itu dinamakan Gang Car). Proyek ini tidak pernah terdengar lagi kabarnya sejak tahun 2003 setelah PT DI dilanda kemelut dan merumahkan 9.000-an karyawannya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Marlip<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mobil ini adalah mobil listrik yang dikembangkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan dipasarkan PT Marlip Indo Mandiri. Mobil ini digunakan untuk mobil golf, pasien, mobil keamanan. Marlip juga punya varian mobil empat penumpang dengan kecepatan mencapai 50 km\/jam dengan jarak tempuh maksimal 120 km. Harga Marlip berkisar antara Rp 60 sampai Rp 80 juta.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kancil<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kancil (singkatan dari Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah) merupakan merek dagang terdaftar dari sebuah kendaraan angkutan bermotor roda empat yang didesain, diproduksi dan dipasarkan oleh PT KANCIL (singkatan dari Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari). Mobil yang disiapkan untuk menjadi pengganti Bajaj\/bemo ini menggunakan mesin 250 cc yang mampu melaju hingga 70 km\/jam.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>GEA<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>GEA adalah proyek mobil nasional hasil riset PT INKA (Industri Kereta Api) dengan mesin Rusnas (Riset Unggulan Strategis Nasional), yakni mesin berkapasitas 640 cc. Tujuan GEA adalah memberikan alternatif mobil kecil menghadapi krisis energi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dilepas dengan harga antara Rp 45 -50 juta, mobnas yang satu ini masuk kategori city car berdimensi 3.320\u00d71.490\u00d71.640 mm dengan wheelbase 1.965 mm. Mesinnya 650 cc dan mampu melaju hingga kecepatan 85 km\/jam dengan mesin 650 cc yang sistem pembakarannya injeksi EFI dengan penggerak roda depan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tawon<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mobil Nasional AG-Tawon diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya yang lokasi industrinya di Rangkasbitung, Banten. Mobil ini mampu melahap berbagai jenis bahan bakar mulai dari bensin dan atau bahan bakar gas CNG dan memenuhi standarisasi Euro3.<\/p>\n\n\n\n<p>Kapasitas mesin Tawon sebesar 650 cc, 4 percepatan transmisi manual yang dapat dipacu hingga kecepatan 100 km\/jam. Mobil ini mulai dikembangkan sejak tahun 2007, dan diproduksi sejak tahun 2009, serta mengandung 90% Kandungan Lokal.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>FIN Komodo<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mobil ini adalah mobil offroad yang mampu melahap segala medan. Bobotnya sangat ringan sehingga power yang diperlukan untuk melaju relatif kecil, akibatnya konsumsi bahan bakar relatif irit.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk medan hutan, biasanya jarak tempuh sepanjang 100 km dapat dilalui dalam 6 - 7 jam dengan konsumsi bahan bakar kurang lebih hanya 5 liter, sedangkan kapasitas tangki 20 liter, sehingga dapat survive di dalam hutan selama 7 x 4 jam atau 4 hari perjalanan siang hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Di samping untuk misi penjelajah atau survey atau pengawasan, FIN Komodo yang dirancang oleh salah satu desainer pesawat CN-250 Gatotkaca Ibnu Susilo juga dapat digunakan untuk mengangkut beban (barang bawaan) seberat 250 Kg, sehingga dapat juga berfungsi sebagai kendaraan utility. Hingga kini, FIN Komodo masih eksis di Indonesia. Mobil offroad FIN Komodo saat ini lebih banyak digunakan di kawasan wisata.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Wakaba<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Wakaba berasal dari singkatan Wahana Karya Anak Bangsa adalah mobil buatan Jawa Barat yang didukung oleh mesin berkapasitas 500 cc, 4 tak, 2 silinder, yang diklaim tetap bertenaga untuk digunakan pada medan seperti pedesaan yang penuh dengan bukit dan pegunungan. Dengan dimensi panjang 3.300 mm, serta lebar 1.500 mm, dan tinggi 1.820 mm, Wakaba siap memenuhi kebutuhan transportasi pedesaan yang selama ini masih jarang tersentuh secara khusus sektor transportasinya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Arina<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Arina merupakan mobil mungil buatan Semarang. Mobil ini berawal dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang didanai oleh Departemen Perindustrian. Mobil Arina ini menggunakan mesin sepeda motor dengan kapasitas mesin 150 cc, 200 cc, dan 250 cc. Perancang mobil adalah seorang dosen jurusan Teknik Mesin Unnes bernama Widya Aryadi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Nuri<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nuri merupakan saudara Tawon yang juga diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya. Mobil ini menggunakan mesin 800 cc. Mobil ini memiliki model hatchback yang mampu membuatnya lincah bermanuver.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Boneo<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mobil ini merupakan mobil buatan PT Boneo Daya Utama dan masih dalam tahap purwarupa. Modelnya ada dua yakni city car dan pikap dengan mesin V-Twin berkapasitas 653 cc yang mampu mengeluarkan tenaga 15,3 kW dan torsi 44,3 Nm.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Esemka<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Esemka pertama kali lahir pada 2007, dan baru dikenalkan ke publik dua tahun kemudian. Mobil nasional ini begitu fenomenal setelah dikenalkan oleh Joko Widodo saat masih menjabat sebagai Walikota Solo. Sejak 2019, Esemka meluncurkan pikap Esemka Bima. Namun, keberdaannya sekarang masih menjadi pertanyaan. Apalagi, Esemka juga sempat terseret ke meja hijau lantaran konsumennya sulit membeli mobil tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Maung Bikinan Pindad<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mimpi Indonesia melahirkan mobil nasional muncul lagi. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dalam waktu tiga tahun ke depan Indonesia akan punya mobil buatan sendiri. Sebelum ini, Indonesia sudah punya mobil Maung bikinan PT Pindad. <br><br>Mobil Maung MV3 Garuda Limousine itu pun digunakan sebagai mobil kepresidenan Prabowo Subianto. Rencananya, menteri-menteri di Kabinet Merah Putih juga akan memakai mobil bikinan Pindad tersebut.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Source: Detik.com | October 22, 2025 President Prabowo Subianto has rekindled Indonesia&#8217;s dream of creating a domestically produced car. He stated that Indonesia will have a domestically produced car within the next three years. Prabowo made this statement during a Plenary Cabinet Meeting held at the State Palace on Monday (October 20, 2025), as quoted from the Presidential Secretariat&#8217;s YouTube channel. &#8220;It&#8217;s not an achievement yet, but we&#8217;ve already started pioneering it. We will have an Indonesian-made car within the next three years,&#8221; Prabowo said during the Plenary Cabinet Meeting, as quoted by the Presidential Secretariat&#8217;s YouTube channel. &#8220;I&#8217;ve allocated the funds, and we&#8217;ve prepared the land for the factories. We&#8217;re working on it now,&#8221; Prabowo stated. Speaking of Indonesian domestic cars, many national cars have been produced in Indonesia. Unfortunately, almost all of these national cars have died in the battleground of the country&#8217;s automotive industry. Based on detikOto&#8217;s records, here are some of Indonesia&#8217;s national cars that have existed. Maleo Beginning development in 1993, the Maleo project began when the government needed a national car that was uniquely Indonesian. IPTN was appointed to realize this goal. Working with Rover, England, and Millard Design Australia, IPTN, led by BJ Habibie, successfully produced 11 car designs by 1997. Unfortunately, the project was abandoned when the reference period arrived. Beta 97 MPV This car was a project conceived in 1994 by the Bakrie Group through Bakrie Brothers. Bakrie wanted to make the Beta 97 MPV a national car. To that end, Bakrie enlisted the help of British design house Shado to create the initial design for the car. In April 1995, the Beta 97 MPV design was completed and presented to Bakrie management. After that, the design was immediately developed until the prototype was completed in 1997. Bakrie had also begun preparing all aspects of this car&#8217;s support, from assembly to preparing a production budget, to meet the car&#8217;s launch schedule, which was originally planned for December 1997. Unfortunately, the economic crisis sank it before it could take off. Timor Timor is a car brand sold in Indonesia in the mid-1990s, a rebadged version of the South Korean Kia Sephia. Timor stands for &#8216;People&#8217;s Car Industry Technology&#8217;, and the company&#8217;s full name is Timor Putra Nasional. This car was intended to be Indonesia&#8217;s national car, much like Proton in Malaysia. Therefore, the Timor brand was exempt from the taxes typically imposed on other cars sold in Indonesia. After the Asian economic crisis, which led to the bankruptcy of Kia Motors in 1997 (acquired by Hyundai in 1998), and the fall of the Suharto regime, the Timor project was also closed. Bimantara Like the Timor, the Bimantara was a national car project initiated by the Cendana family. While the Timor was backed by Tommy, the Bimantara was built by Bambang Trihatmojo. The difference was that Bimantara partnered with Hyundai. However, due to the crisis, Bimantara also went bankrupt. MR 90 This car was a nationalization project for the Mazda 323 Hatchback by PT Indomobil. The final model of this effort was the Mazda Van Trend in 1994. Kalla Motor Kalla Motor once created a small car with a 500cc engine as a potential Indonesian production car. It is unknown why it was not produced. Texmaco Macan The Macan is a minibus or MPV with a 1,800cc engine from PT Texmaco. In releasing this car, PT Texmaco collaborated with Mercedes-Benz, it was recorded that one prototype unit had been exhibited at the Jakarta Fair arena, but before mass production could be carried out, PT Texmaco went bankrupt due to the monetary crisis in 1997-1998. Gang Car The Gang Car is a two-passenger minivan manufactured by PT DI, powered by a 125-200cc engine. It was designed to be small enough to operate in narrow urban alleys (hence the name Gang Car). The project has been dormant since 2003, after PT DI was plunged into turmoil and laid off approximately 9,000 employees. Marlip This electric vehicle was developed by LIPI (Indonesian Institute of Sciences) and marketed by PT Marlip Indo Mandiri. It is used as a golf cart, patient car, and security vehicle. The Marlip also has a four-passenger variant with a top speed of 50 km\/h and a maximum range of 120 km. The Marlip&#8217;s price ranges from Rp 60 to Rp 80 million. Kancil Kancil (short for Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah) is a registered trademark for a four-wheeled motorized transportation vehicle designed, manufactured, and marketed by PT KANCIL (short for Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari). Designed to replace the Bajaj\/bemo, this vehicle uses a 250cc engine and can reach speeds of up to 70 km\/h. GEA GEA is a national car project developed through research by PT INKA (Industrial Railways) using a 640cc engine from the National Strategic Research (Rusnas) program. GEA aims to provide an alternative small car to address the energy crisis. Priced between IDR 45 and IDR 50 million, this national car falls into the city car category, measuring 3,320 x 1,490 x 1,640 mm and with a wheelbase of 1,965 mm. Its 650cc engine, with an EFI fuel injection system, is capable of reaching speeds of up to 85 km\/h, and is powered by a front-wheel drive system. Tawon The AG-Tawon National Car is manufactured by PT Super Gasindo Jaya, with its industrial site in Rangkasbitung, Banten. It can run on a variety of fuels, including gasoline and CNG, and meets Euro 3 standards. The Tawon has a 650cc engine, a 4-speed manual transmission, and can reach speeds of up to 100 km\/h. Development began in 2007 and production began in 2009. It contains 90% local content. FIN Komodo This vehicle is an off-road vehicle capable of handling all kinds of terrain. Its light weight means it requires relatively little power to accelerate, resulting in relatively efficient fuel consumption. In forest terrain, a 100 km journey can typically take 6-7 hours, consuming only about 5 liters of fuel. The tank capacity is 20 liters, allowing for [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":9,"featured_media":7093,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[248,249,247],"class_list":["post-7092","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-announcements","tag-mobil-nasional","tag-mobil-nasional-bakrie","tag-mobnas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7092","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7092"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7092\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7094,"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7092\/revisions\/7094"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7093"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7092"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7092"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7092"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}