{"id":3196,"date":"2018-10-16T10:00:23","date_gmt":"2018-10-16T10:00:23","guid":{"rendered":"http:\/\/bakrie-brothers.id\/dev\/?p=3196"},"modified":"2020-11-14T16:27:05","modified_gmt":"2020-11-14T16:27:05","slug":"targeting-55-of-local-content-in-2022-bnbr-is-seriously-working-on-the-electric-bus-business","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/news-and-media\/targeting-55-of-local-content-in-2022-bnbr-is-seriously-working-on-the-electric-bus-business\/","title":{"rendered":"Targetkan 55% TKDN Pada 2022, BNBR Serius Garap Bisnis Bus Listrik"},"content":{"rendered":"<p>Sumber: Humas BNBR | 16 Okt 2018<\/p>\n\n\n\n<p>PT Bakrie & Brothers Tbk (\u201cBNBR\u201d atau \u201cPerseroan\u201d) segera memulai langkah-langkah strategis untuk terjun lebih dalam ke bisnis otomotif. Dalam beberapa tahun ke depan, melalui \u2018pendalaman industri yang terjadwal\u2019, Perseroan berharap dapat menjadi salah satu pemain utama dalam bisnis penyediaan kendaraan listrik di tanah air, setelah mencapai target pemenuhan kandungan komponen lokal (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) 55 persen pada tahun 2022 mendatang. Lebih dari itu, BNBR nantinya juga tidak hanya sekedar menjual kendaraan bus, tapi juga menawarkan sistem transportasi untuk kota-kota di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAwal 2019 BNBR berharap sudah bisa mulai melakukan penetrasi pasar, khususnya untuk bus dengan gross vehicle weight (GVW) di bawah 24 ton,\u201d kata Bobby Gafur Umar, Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Tbk kepada wartawan, pada acara Jumpa Pers dan Uji Kendara (Test Drive) unit bus listrik di Bali, Senin (15\/10). Di Bali, dua unit bus listrik telah disiapkan oleh BNBR, sekaligus difungsikan sebagai bus ulang-alik (shuttle bus) selama penyelenggaraan pertemuan akbar International Monetary Fund & World Bank pada pekan lalu. \u201cBanyak yang tertarik dan memberikan perhatian khusus. Dan secara teknis, sama sekali tidak ada masalah dengan dua unit bus listrik ini,\u201d kata Dino Ryandi, CEO PT Bakrie Autoparts menambahkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti pernah diwartakan beberapa waktu lalu, BNBR melalui unit usahanya PT Bakrie Autoparts telah menjalin kerjasama bisnis dengan pabrikan bus listrik terkemuka dari Tiongkok, BYD Auto Co.Ltd, untuk secara serius mengembangkan lini baru bisnisnya di bidang otomotif. Kerjasama tersebut telah disepakati secara resmi melalui penandatanganan MoU pada 13 April 2018 lalu di Tiongkok. \u201cKami sudah on track, menetapkan target-target untuk mengembangkan bisnis bus listrik ini,\u201d kata Bobby, seraya menambahkan bahwa semua kebutuhan komponen yang dibutuhkan, kecuali baterai, sudah dapat dipenuhi dari dalam negeri. \u201dBodi, chassis, dan beberapa lagi komponen penting, semua sudah bisa diproduksi di Indonesia,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>PT Bakrie Autoparts sendiri akan menjadi kekuatan utama di belakang bisnis baru BNBR ini. Perusahaan produsen komponen otomotif ini sudah berpengalaman dalam memasok produk-produk berkualitas untuk sejumlah pabrikan otomotif utama yang ada di dalam negeri. \u201cPerlu juga saya tegaskan di sini bahwa arah kerja sama kami dengan BYD adalah industrialisasi. Itu sudah jelas. Kami akan menyediakan beberapa lokasi seperti di Bekasi, Balaraja dan Lampung. Untuk perakitan mungkin di Balaraja, karena lahan di sana cukup luas, sekitar 7,7 hektar. Bangunan pabrik sudah ada, lahan sudah siap. Dan dekat dengan jalan tol,\u201d kata Bobby menjelaskan. Pabrik ini, nantinya diharapkan akan mampu memproduksi 1000 hingga 2000 unit bus listrik setiap tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Bobby juga menjelaskan, sambil menunggu regulasi yang lebih pasti mengenai kendaraan listrik dari pemerintah, BNBR juga telah mulai menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah dan kota besar di Indonesia. \u201cKami mengajak mereka untuk bekerjasama memanfaatkan bus listrik yang kami produksi. Kami optimis, sebab kami tidak hanya sekadar menjual kendaraan bus, tapi juga menawarkan sistem transportasi untuk kota-kota di Indonesia,\u201d katanya. Belum lama ini, Bobby mengaku telah bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Walikota Yogyakarta dan beberapa kepala daerah lain, untuk maksud tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Tinggal Tunggu Waktu<\/p>\n\n\n\n<p>Kepada wartawan Bobby juga menjelaskan bahwa kehadiran mobil listrik adalah sebuah keniscayaan dan hanya menunggu waktu. PT Bakrie & Brothers Tbk, menurut Bobby, mengapresiasi BYD Auto Co.Ltd yang telah menyatakan komitmennya untuk menjalin kerjasama pengadaan dan produksi bus listrik ini. \u201cSaya optimis, bus listrik hasil kerja sama Bakrie-BYD ini dapat memberikan kontribusi besar bagi sistem transportasi di Indonesia. Mungkin belum akan kelihatan dan dirasakan dalam waktu yang singkat, tetapi ke depan nanti dapat eksis, terutama di perkotaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dijelaskan oleh Bobby, pemerintah beberapa kota di Indonesia saat ini sudah mulai berpikir lebih serius untuk mengkonversi penggunaan bus-bus berbahan bakar solar menjadi berbahan bakar yang lebih hemat dan bersih. Ia menyebutkan, pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah melakukan kajian lebih mendalam tentang hal ini. \u201cKami sudah bicara dengan Gubernur Jawa Tengah. Pak Ganjar Pranowo sangat concern tentang hal ini,\u201d katanya. Seperti diketahui, Pemkot Semarang belum lama ini sudah mulai mengganti solar menjadi gas untuk bahan bakar bus-bus di sana.<\/p>\n\n\n\n<p>Bobby juga mengaku mendengar kabar bahwa PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) belakangan bahkan sedang serius melakukan studi secara komprehensif untuk mendapatkan data pasti mengenai biaya operasional dan tingkat keamanan serta kenyamanan bus listrik. \u201cPerusahaan ini sedang mengkaji biaya operasional bus listrik untuk menakar efisiensinya dibandingkan bus berbahan bakar minyak. Biaya operasional mereka nantinya pasti akan jauh lebih murah,\u201d kata Bobby.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalangan pemerhati otomotif pun memberikan perhatian khusus terhadap kehadiran bus listrik ini. Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI), I Made Dana Tangkas, menyatakan apresiasinya dan mendukung kegiatan pengembangan bus listrik Bakrie-BYD ini. \u201cDukungan ini telah dicantumkan dalam Rencana Perpres Kendaraan Listrik,\u201d ujarnya di Bali.<\/p>\n\n\n\n<p>Dijelaskan oleh I Made Dana Tangkas, memang sudah saatnya bagi Indonesia untuk menguasai teknologi kendaraan listrik. Terdapat beberapa tahap untuk menguasai teknologi kendaraan listrik ini, yaitu dari HV, PHEV dan BEV dengan pengembangan teknologi yang common seperti baterai, motor dan PCU (inverter). Selain dapat mengembangkan HV di tahap awal, juga dapat dikembangkan BEV untuk kendaraan publik seperti bus dan kendaraan fungsional khusus lainnya, termasuk kendaraan roda dua dan tiga. \u201cIdealnya, kita membuat kendaraan listrik yang aplikatif, mudah dijangkau dan beroperasi pada wilayah tertentu,\u201d kata Made Dana Tangkas.<\/p>\n\n\n\n<p>Reputasi BYD<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan itu, CEO PT Bakrie Autoparts Dino Ryandi juga menjelaskan ihwal latar belakang dipilihnya BYD sebagai mitra strategis dalam pengembangan lini bisnis baru BNBR ini. \u201cKalau orang di segala penjuru dunia bicara soal kendaraan listrik, nama BYD pasti melekat. Semua tahu siapa dan bagaimana reputasi BYD sebagai produsen kendaraan listrik,\u201d kata Dino.<\/p>\n\n\n\n<p>BYD memang dikenal sebagai salah satu produsen bus listrik terkemuka di Tiongkok. Merek yang bermarkas di Kota Shenzhen ini sudah mengekspor banyak bus listrik ke berbagai negara, termasuk ke daratan Eropa. Nama BYD yang merupakan singkatan dari \u2018Build Your Dreams\u2019 tercatat sebagai salah satu perusahaan terbesar di bidangnya. Saat ini, BYD mempekerjakan hampir 180.000 karyawan dan memiliki 22 kawasan industri di dunia dengan area mencakup 17.000.000 meter persegi.<\/p>\n\n\n\n<p>BYD juga melakukan ekspansi ke luar Tiongkok. BYD serius menggarap pasar bus di Eropa dengan membuka pabrik bus di Hungaria, sudah beroperasi sejak April 2017. Pabrik bus BYD lainnya di Eropa berlokasi di Beauvais, Perancis, yang bersama-sama pabrik di Hungaria mampu meningkatkan kapasitas produksi busnya hingga dua kali lipat. BYD juga menancapkan kaki di Inggris dengan memasok driveline ke perusahaan mitranya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kabar paling akhir, BYD turut hadir di ajang pameran bergengsi IAA Commercial Vehicles ke-67 yang digelar pada September 2018 lalu di Hannover, Jerman. Ini tahun kedua BYD tampil di IAA, sekaligus menegaskan posisi kepemimpinan perusahaan ini di pasar kendaraan listrik Eropa. September lalu juga, IndyGo, sebuah perusahaan penyedia layanan transportasi umum terbesar di negara bagian Indiana, Amerika Serikat, dan BYD juga telah mengumumkan pengiriman bus listrik baterai K11 60-foot pertama untuk melayani Indianapolis. Fakta ini juga semakin memantapkan posisi BYD di pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak memasarkan bus listrik pertamanya di Eropa pada 2010 silam, BYD telah berhasil menjual sedikitnya 600 unit, memantapkan posisinya di pangsa pasar sebesar 20%. \u201cProduk bus listrik buatan BYD sudah digunakan di 32 negara di seluruh dunia. Kami bangga dapat menjadi mitra BYD,\u201d ujar Dino.<\/p>\n\n\n\n<p>BYD juga membuka pabrik daur ulang baterai di Shanghai pada kuartal kedua tahun 2018. Tujuannya, mengurangi biaya bahan baku dan membantu mengatasi limbah baterai. Menurut Dino, BYD juga sangat dikenal sebagai salah satu produsen baterai, salah satu komponen paling utama dari kendaraan listrik.<\/p>\n\n\n\n<p>Informasi lebih lanjut, hubungi:<br>Dino Ryandi<br>CEO PT Bakrie Autoparts HP: 0811.890.785<br>Bayu Nimpuno<br>Head of Corporate Communications HP: 0815.1180.2250<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Source: Humas BNBR | 16 Oct 2018 PT Bakrie &amp; Brothers Tbk (\u201cBNBR\u201d or \u201cCompany\u201d) immediately embarked on strategic steps to go deeper into the automotive business. In the next few years, through \u2018scheduled industry deepening\u2019, the Company hopes to become one of the main players in the business of supplying electric vehicles in the country, after achieving the target of fulfilling local component content (Domestic Content Level) 55 percent in the coming 2022 . Moreover, BNBR will not only sell buses, but also offer transportation systems for cities in Indonesia. \u201cBeginning in 2019 BNBR hopes to be able to start penetrating the market, especially for buses with gross vehicle weight (GVW) under 24 tons,\u201d Bobby Gafur Umar, President Director of PT Bakrie &amp; Brothers Tbk told reporters, at the Press Conference and Test Vehicle (Test Drive) electric bus unit in Bali, Monday (10\/15). In Bali, two units of electric buses have been prepared by BNBR, and at the same time functioned as shuttle buses during the International Monetary Fund &amp; World Bank meeting last week. \u201cMany are interested and pay special attention. And technically, there is absolutely no problem with these two electric bus units, \u201csaid Dino Ryandi, CEO of PT Bakrie Autoparts added. As was reported some time ago, BNBR through its business unit PT Bakrie Autoparts has established a business partnership with a leading electric bus manufacturer from China, BYD Auto Co.Ltd, to seriously develop its new line of business in the automotive field. The cooperation was officially agreed through the signing of the MoU on April 13, 2018 in China. \u201cWe are already on track, setting targets to develop the electric bus business,\u201d Bobby said, adding that all the needed component needs, except batteries, can already be met from within the country. \u201cThe body, chassis and several other important components can all be produced in Indonesia,\u201d he said. PT Bakrie Autoparts itself will be the main force behind BNBR\u2019s new business. This automotive component manufacturing company has experience in supplying quality products to a number of major automotive manufacturers in the country. \u201cI also need to emphasize here that the direction of our cooperation with BYD is industrialization. That is clear. We will provide several locations such as in Bekasi, Balaraja and Lampung. For assembly, it might be in Balaraja, because the land there is quite large, around 7.7 hectares. The factory building is already there, the land is ready. And close to the toll road, \u201cBobby explained. The plant is expected to be able to produce 1000 to 2000 units of electric buses every year. Bobby also explained, while waiting for a more definite regulation on electric vehicles from the government, BNBR has also begun to explore the possibility of cooperating with a number of local governments and big cities in Indonesia. \u201cWe invite them to work together to use the electric bus that we produce. We are optimistic, because we not only sell buses, but also offer transportation systems for cities in Indonesia, \u201che said. Not long ago, Bobby claimed to have met with the Governor of Central Java, the Mayor of Yogyakarta and several other regional heads, for this purpose. Waiting for The Right Time To reporters Bobby also explained that the presence of an electric car is a necessity and only a matter of time. PT Bakrie &amp; Brothers Tbk, according to Bobby, appreciated BYD Auto Co.Ltd, which had stated its commitment to establish an electric bus procurement and production cooperation. \u201cI am optimistic that the electric bus from the Bakrie-BYD collaboration can make a major contribution to the transportation system in Indonesia. Maybe it will not be seen and felt in a short time, but in the future it can exist, especially in cities, \u201che said. Bobby explained, the government of several cities in Indonesia at this time had begun to think more seriously to convert the use of diesel-fueled buses to become more fuel-efficient and cleaner. He said the Central Java Provincial Government had conducted a more in-depth study of this matter. \u201cWe have talked with the Governor of Central Java. Pak Ganjar Pranowo is very concerned about this, \u201che said. As is known, the Semarang City Government has recently started to replace diesel fuel for gas to fuel the buses there. Bobby also claimed to have heard that PT Transportation Jakarta (Transjakarta) recently was even seriously conducting a comprehensive study to obtain exact data on operational costs and the level of safety and comfort of electric buses. \u201cThis company is reviewing the operational costs of electric buses to measure efficiency compared to oil-fired buses. Their operational costs will definitely be much cheaper, \u201csaid Bobby. The automotive observer also paid special attention to the presence of this electric bus. The President of the Indonesian Automotive Institute (IOI), I Made Dana Tangkas, expressed his appreciation and supported the Bakrie-BYD electric bus development activities. \u201cThis support has been included in the Electric Vehicle Perpres Plan,\u201d he said in Bali. Explained by I Made Dana Tangkas, it was indeed time for Indonesia to master the technology of electric vehicles. There are several stages to master this electric vehicle technology, namely from HV, PHEV and BEV with the development of common technologies such as batteries, motors and PCU (inverters). Besides being able to develop HV in the initial stages, BEV can also be developed for public vehicles such as buses and other special functional vehicles, including two- and three-wheeled vehicles. \u201cIdeally, we make electric vehicles that are applicable, easily accessible and operating in certain areas,\u201d said Made Dana Tangkas. BYD&#8217;s reputation On that occasion, PT Bakrie Autoparts CEO Dino Ryandi also explained the background of choosing BYD as a strategic partner in developing this new BNBR business line. \u201cIf people in all corners of the world talk about electric vehicles, the name BYD will certainly stick. All know who and how BYD\u2019s reputation as a manufacturer of electric vehicles, \u201csaid Dino. BYD is indeed known as one of the leading electric bus manufacturers [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3198,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37],"tags":[],"class_list":["post-3196","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news-and-media"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3196","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3196"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3196\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3196"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3196"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bakrie-brothers.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3196"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}