BNBR 50 0.00%
BUMI 1690 -0.59%
UNSP 275 0.00%
ENRG 88 -3.30%
BTEL 173 0.00%
ELTY 114 0.00%
On Thursday, Sep 2, 2010 16:43




Monday, Feb 1, 2010
Bakrie Brothers Jaminkan Anak Usaha
by Investor Daily Indonesia | Yohana SP Philips
JAKARTA - PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) bakal menjaminkan saham anak usaha terkait emisi obligasi tukar {exchangeable bondfXB) senilai USS 200 juta. Surat utang tersebut akan diterbitkan pada kuartal 1-2010."Obligasi nantinya akan dikombinasikan dengan equity linked notes (ELN) yang akan menjaminkan saham salah satu anak usaha perseroan," kata Managing Director Bakrie Brothers Bobby Gafur Umar, usai pelantikan pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PH) di Jakarta, Rabu (27/1) malam.

Exchangeable bonrfadateh obligasi yang membolehkan penerbitnya untuk menukar portofolio saham yang dimilikinya dengan surat utang tersebut Sedangkan obligasi konversi (convertible bond/CB) hanya bisa ditukar dengan saham perusahaan penerbit obligasi.Menurut Bobby, pihaknya masih memproses penerbitan exchangeable bond, sehingga dia tidak bisa menyebutkan nama anak usaha yang akan dijaminkan. Saat ini. Bakrie Brothers menguasai 18,6% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMD dan 41,8% saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP). Selain itu, perseroan memiliki 49% saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), 433 saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan 21% saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).

Bakrie Brothers akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi senilai USS 200 juta untuk melunasi utang jangka pendek, pelaksanaan hak rights issue Bakrie Sumatera dan Energi Mega Persada, serta pembiayaan investasi lainnya.Bobby mengatakan, pihaknya telah menyeleksi enam perusahaan untuk menjadi pengatur dan penjamin (arranger) emisi obligasi tukar berskala global tersebut "Kami sedang negosiasi dengan arranger. Saat ini, jumlah arranger sudah berkurang dari enam perusahaan menjadi dua saja," ujarnya.Bakrie Brothers telah menunjuk Credit Suisse dan Nomura Securities sebagai arranger emisi obligasi berjangka waktu lima tahun. Perseroan dikabarkan kemungkinan menjaminkan sebagian saham Bakrie Sumatera Plantations, anak perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dan karet

Menurut Bobby, rencana penerbitan obligasi oleh perseroan telah mendapat respons positif dari pasar, terutama investor asing. "Kami akan menyelesaikan utang-utang jangka pendek yang jatuh tempo tahun ini," jelasnya.Berdasarkan materi paparan publik perseroan, utang jangka pendek non-repurchase agreement (repo) mencapai Rp 1,51 triliun.Utang repo senilai Rp 220 miliar telah dilunasi belum lama ini. Sedangkan utang jangka panjang Bakrie Brothers mencapai Rp 5,21 triliun, yang akan jatuh tempo pada 2012.

Selain menerbitkan obligasi. Bakrie Brothers menjajaki pinjaman bank untuk menghimpun dana tahun ini Sebelumnya, Direktur Keuangan Bakrie Brothers Eddy Soeparno mengatakan, pihaknya menginginkan pinjaman bank berjangka panjang di atas satu tahun. "Sudah ada beberapa lembaga keuangan yang menawarkan pendanaan, tetapi kami akan sangat konservatif untuk mendapatkan pinjaman baru," kata dia, beberapa waktu lalu.Di samping itu, kata dia, perseroan berencana menjual mayoritas saham sejumlah anak usaha kepada investor asing. Namun, Eddy enggan menyebutkan nama perusahaan tersebut.

Sumber Investor Daily pernah mengungkapkan. Bakrie Brothers berencana melepas mayoritas saham pada PT Bakrie Pipe Industries (BPI) dan PT South East Asia Pipe Industries (SEAPI). Saat ini, perseroan menguasai secara tidak langsung 99,99% saham BPL Sedangkan BPI memiliki 99,82% saham SEAPI dan sisanya 0,18% dikuasai secara langsung oleh Bakrie Brothers.Salah satu calon pembeli seluruh saham BPI dan SEAPI itu adalah Tenaris SA, perusahaan manufaktur pipa baja terbesar di dunia. Sebelumnya, Tenaris mengakuisisi 77,4596 saham PT Seamless Pipe Indonesia Jaya (SPU) dari Bakrie Brothers, Green Pipe International Ltd, dan PT Cakrawala Baru. Nilai transaksi pembelian saham milik Grup Bakrie itu sebesar USS 73,5 juta.